30 Tahun Berkarya, Biyan Rilis Postcard

Ainun Fika Muftiarini, Jurnalis · Kamis 06 Juni 2013 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2013 06 06 29 818195 PZP9kzZFKX.jpg Koleksi Biyan (Foto: Fika/Okezone)

NAMA Biyan memang tidak asing di dunia mode Indonesia. Bahkan, karyanya tidak hanya diakui secara lokal, melainkan internasional.  

Tak terasa, sudah 30 tahun Biyan Wanaatmadja berkiprah sebagai perancang ternama Tanah Air. Untuk merayakannya, lulusan The London College of Fashion, Inggris, itu menggelar fashion show tunggal di Hotel Mulia Senayan, semalam.

 

"Dalam koleksi kali ini, saya mencoba sesuatu yang didedikasikan untuk negeri yang saya cintai. 30 tahun bagi saya seperti traveling," ujarnya di hotel Mulia Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Juni 2013.

 

Di depan para penikmat setianya, Biyan menghadirkan koleksi berbeda. Sebuah komposisi persilangan antara siluet maskulin dengan spirit feminin berhasil diterjemahkan ke dalam berbagai busana yang sangat menarik. Misalkan, seperti jaket maskulin dengan roses lace skirt overlayered di atas celana, atau dress tulle feminin dengan short pants.

 

Selain itu, hadir pula busana berkarakter androgynous yang merupakan hasil perpaduan esensi busana Jawa dengan unsur kolonial. Namun, tetap saja busana tersebut mampu memamerkan sisi feminin si pemakai.

 

Pada koleksi kali ini, Biyan juga menghadirkan ragam motif berbeda. Sebut saja motif print dari corak batik, sarung, serta tikar yang kemudian diterjemahkan menjadi satu komposisi baru. Ditambah warna-wana khas Biyan seperti  washed, white, light khaki, pink, grey, peach, ataupun lilac membuatnya terlihat semakin kontras.

 

Lebih lanjut, pemilihan materialnya juga sangat spesial. Apalagi, untuk koleksi tersebut, Biyan seolah ingin menyampaikan wanita tidak boleh takut menampilkan keindahan kulit tubuhnya. Karena itu, material ringan seperti organza, tulle, dan light silk menjadi pilihan menarik untuk mendukung apa yang ingin disampaikannya.

 

Tak ayal, apa yang dihadirkan tersebut mampu membuat decak kagum seluruh undangan yang hadir. Namun, dari semuanya, pergelaran yang diberi tema postcard tersebut juga memiliki arti berbeda bagi seorang Biyan. Bukan hanya mengisahkan perjalanan kariernya, tapi juga membangkitkan kenangan masa lalu yang kaya akan nilai historis.

 

"Ketika saya masih kecil sering diajak bepergian bersama orangtua ke berbagai daerah. Lalu melihat postcard yang mereka tulis, jadi ada nostalgia, memoir," ungkapnya.

 

"Postcard itu seperti memorabilia yang romantik, dalam 30 tahun sudah banyak yang direkam di semua indera saya, ini kumpulan memori mulai dari warisan budaya, tradisi yang mengandung nilai," tutup pria berkacamata ini.

 

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini