Share

Bangunan Kuno Mirip Pagoda Ditemukan di Solo

Bramantyo, Okezone · Selasa 18 Juni 2013 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2013 06 18 407 823780 G5cNbDyvT7.jpg Pagoda misterius yang ditemukan di Komplek ISI, Solo (Foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Sebuah bangunan mirip Pagoda yang diperkirakan berusia ratusan tahun ditemukan di komplek Institut Seni Indonesia (ISI), Solo, Jawa Tengah. Sepintas, bangunan ini mirip pagoda-pagoda lainnya, termasuk yang ada di daerah Semarang, Jawa Tengah.

Bangunan mirip pagoda di lahan yang saat ini sudah dibeli ISI memiliki bentuk segienam dan tujuh tingkat. Tiap tingkatan memiliki ketinggian dua meter antarsatu bangunan dan bangunan di atasnya.

Hanya empat bangunan di Pagoda ini yang memiliki luas sama. Sementara, tiga bangunan di atasnya menyempit membentuk kerucut.

Tak ada yang mengetahui pasti kapan bangunan mirip pagoda di tanah milik ISI tersebut ditemukan. Meski tidak ada keterangan resmi atau semacam petunjuk kapan bangunan mirip Pagoda ini dibangun, dari keterangan warga sekitar ditambah struktur bangunan yang mulai rusak, diperkirakan Pagoda tersebut sudah lama berdiri.

Seperti pengakuan Sodik (56) warga RT 6/29 Mojosongo Solo, Jawa Tengah. Sodik memaparkan sejak dirinya kecil, bangunan Pagoda ini sudah ada. Bahkan, sewaktu ayahnya masih ada, yang saat ini sudah meninggal, bangunan Pagoda tersebut sudah ada.

"Yang pasti, Pagoda ini didirikan sebelum kuburan China, yang saat ini sudah hilang, ada. Saya dulu waktu kecil sering bermain di sini, tapi tidak tahu kapan dibangunnya," papar Sodik saat ditemui Okezone di lokasi Pagoda, Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, Selasa (18/6/2013).

Hal sama diutarakan Eko, pegawai cleaning service ISI. Menurut Eko, sebelum ada ISI, tidak ada yang berani datang ke bangunan Pagoda tersebut.

Warga takut datang, karena banyak cerita mistis yang beredar bila Pagoda tersebut angker. "Bahkan, teman ayah saya sewaktu kecil, sampai saat ini masih linglung. Jadi, enggak ada yang berani ke sini. Tapi sejak ada ISI, Pagoda ini banyak dikunjungi," paparnya.

Meski belum bisa memastikan umur bangunan tersebut, menurut Eko, pihak ISI sengaja membangun pagar yang mengelilingi Pagoda. Sejak ditambahkan pagar oleh pihak ISI, Pagoda tersebut dikunjungi masyarakat umum, terutama dijadikan salah satu lokasi wisata anak-anak sekolah.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini