Share

Enye & Kejora Singkong, Oleh-Oleh Sehat Kampung Sarongge

Fitri Yulianti, Okezone · Senin 01 Juli 2013 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 01 488 830139 qvOAfIXE2e.jpg Asoy, kejora, dan enye singkong dari Kampung Sarongge (Foto: Fitri/Okezone)

BAGI sebagian daerah di Indonesia, singkong menggantikan posisi nasi sebagai makanan pokok. Apa saja menu yang bisa dikreasikan dari singkong? Kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Ciputri punya jawabannya.

Singkong tersedia cukup banyak di berbagai daerah, bahkan hingga perkotaan. Bila khasanah menu berbahan singkong yang Anda miliki terbatas, tiga menu berikut siap menambah deretannya, yang cocok untuk camilan. Adalah ibu-ibu dari PKK Desa Ciputri yang siap membagikan menu-menu tersebut untuk Anda, saat ditemui di Desa Ciputri, Kampung Sarongge, Kecamatan Pacet, Cianjur, Jawa Barat, baru-baru ini.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Menu pertama adalah kejora singkong. Seperti namanya, camilan mirip kue mangkok ini memiliki warna-warna cantik; hijau, merah, dan kuning. Proses pembuatannya sederhana, hanya dikukus. Bahan-bahan yang Anda perlukan untuk membuat kejora singkong, di antaranya 1 kg singkong mentega yang telah diparut, 1/4 kg telur, 2 saset susu cair, ½ kg gula pasir, 2 bungkus vanili, dan ½ gelas minyak goreng.

Cara membuatnya, kocok telur dan gula sampai putih, tambahkan susu dan minyak goreng lalu kocok lagi. Masukkan vanili, singkong parut, lalu bagi menjadi tiga. Beri pewarna makanan, masing-masing warna kuning, hijau, dan merah, masukkan ke cetakan kue mangkok lalu kukus hingga matang atau sekira 20 menit.

Menariknya, menu ini sempat menjadi juara kedua dalam perlombaan kreativitas menu di antara PKK Desa Ciputri dan sekitarnya, yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, beberapa waktu lalu. Sementara, juara satunya membuat pizza singkong.

“Kue ini kreasi PKK Desa Ciputri, enggak pakai bahan pengawet dan santan, jadi bisa tahan dua hari. Panen singkong di sini banyak karena mayoritas menanam singkong, jadi kami memanfaatkan yang ada,” kata Hera kepada Okezone.

Menu selanjutnya, adalah enye singkong alias opak singkong. Siapkan bahan-bahan, seperti 1 kg singkong, irisan daun bawang, dan irisan cabai, serta bumbu halus yang terdiri dari ½ sdt ketumbar, 5 siung bawang putih, dan garam.

Cara membuatnya, parut singkong, campurkan dengan irisan daun bawang dan cabai (bila suka pedas) lalu tempatkan di atas daun pisang. Tekan-tekan memakai garpu hingga tipis (cukup tipis untuk digoreng) lalu kukus sekira 5 menit jemur enye singkong hingga kering. Di Kampung Sarongge, enye singkong mentah atau belum digoreng dihargai Rp10 ribu per kilogram.

“Enye sendiri artinya ‘ditekan’ karena proses pembuatannya ditekan-tekan. Lebih baik bikinnya pas musim panas jadi keringnya bisa langsung dan cepat, biasanya seharian,” tambahnya.

Yang sedikit mirip dengan enye singkong adalah asoy singkong. Bahan-bahannya sama dengan bahan pembuat enye singkong, namun berbeda pada cara pembuatannya.

Singkong yang telah dikukus kemudian ditumbuk. Ambil sedikit adonan lalu tekan di antara cetakan yang terbuat dari dua papan kayu kecil—mirip cetakan untuk membuat emping—hingga tipis. Kemudian, jemur hingga kering. Asoy singkong mentah alias belum digoreng dihargai Rp12 ribu per kilogram.

“Asoy lebih tipis daripada enye karena memakai alat untuk menekan. Untuk membuat asoy dan enye singkong, pakai singkong mentega berumur 5 bulanan supaya bagus kalau diparut, renyah dan mengembang kalau dibikin keripik, juga tidak pahit. Selesai dikupas dan dicuci, singkong harus langsung diolah supaya tidak menghitam,” tutup Hera.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini