Share

Batik Warna Alam untuk Segala Suasana

Ainun Fika Muftiarini, Jurnalis · Kamis 18 Juli 2013 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 18 29 839036 zUzlnDFY3F.jpg Koleksi Galeri Batik Jawa (Foto: Fika/Okezone)

HARI kedua Gelar Batik Nusantara 2013, menampilkan sejumlah koleksi batik dari Galeri Batik Jawa. Tidak hanya model yang sederhana, namun daya tarik batik tersebut adalah pada warna-warna yang digunakan.  

Ya, berbekal untuk menghidupkan kearifan lokal dan menjaga lingkungan, Galeri Batik Jawa memang berkomitmen untuk menjadikan warna alam sebagai kekuatannya.

 

"Batik Jawa itu dulunya memang dari warna tumbuhan, lalu berkembang,"ujar Goet Poespa, sang desainer saat ditemui usai peragaan busana di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (18/7/2013).

 

Karena itu, untuk koleksi terbarunya, Galeri Batik Jawa tetap mengusung konsep batik dengan warna alam yakni indigo atau ungu kebiruan. Apalagi, warna tersebut mampu menggambarkan perubahan musim dari berbagai belahan bumi. Hal ini pun sesuai dengan tema besar peragaan busana kali ini yakni Batik Indigo Alam untuk Semua Musim.

 

"Saya kira warna biru lebih bisa dipadupadankan dengan yang lain. Di kerajaan Jawa juga warna yang dikenal dulu biru,"imbuhnya.

 

Sedangkan untuk menghasilkan warna tersebut, Galeri Batik Jawa memang memanfaatkan pepohonan yang hidup subur di Tanah Air. Sebut saja seperti mahoni, duwet, tingi, mangga dan jelawe. Pepohonan tersebut juga kemudian mampu menghasilkan harmonisasi antar warna yang indah.

 

Sementara untuk motifnya, pria yang sudah lebih dari 50 tahun menekuni dunia fashion ini, mengaku memadukan beberapa motif ke dalam beberapa busana yang ditampilkan. Namun secara keseluruhan, busana berkonsep ready to wear tersebut tetap memerlihatkan cita rasa tinggi dari sang desainernya.

 

"Motifnya saya padukan, ada yang 1 baju 2 - 3 motif dan misalnya 1 kain batik itu motifnya beda-beda lalu saya pakai 3 helai kain,"tutupnya.

 

 

(ind)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini