Share

William Wongso Bicara Masa Depan Kuliner Indonesia di Dunia (1)

Johan Sompotan, Okezone · Senin 22 Juli 2013 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 22 299 840820 mHGKBCwAgh.jpg William Wongso (Foto:Arfiansyah/Okezone)

KULINER Indonesia tidak lagi dipandang remeh oleh negara lain. Menurut pakar kuliner William Wongso, kuliner Indonesia siap menyusul ketenaran hidangan Prancis.

 

William Wongso yang dikenal luas di Indonesia sebagai pakar kuliner, juga menjadi duta hidangan Indonesia. Dalam mempromosikan masakan Indonesia di seluruh dunia, Chef William Wongso menggunakan hidangan, seperti rendang, kemudian mengabadikannya melalui foto. Dirinya memperkenalkan rendang ke dunia, dalam berbagai kesempatan.

 

Dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Wongso membeberkan berbagai hal tentang dirinya. Simak petikan wawancaranya:

 

Bagaimana Anda membekali diri menjadi seorang chef?

Saya dilatih sebagai orang yang lahir di pastry dan roti. Saya membuat keduanya selama lebih dari 30 tahun. Profesi ini membuat saya harus terus makan. Saya telah menghabiskan banyak uang untuk mencicipi makanan dari awal karier hingga sekarang. Saya pun banyak mengunjungi tempat makan lokal di Eropa.

 

Mengapa Anda memutuskan ingin menjadi duta kuliner Indonesia?

Sekira 15 atau 20 tahun lalu, saya berpikir kenapa tidak mengetahui secara khusus masakan Jawa Timur? Padahal, saya besar di sana. Saya mulai mencari tahu. Belajar masakan Indonesia itu ternyata sulit. Karena Anda tidak bisa belajar soal budaya daerah tanpa datang langsung, akhirnya saya pergi sendiri untuk mencari tahu.

 

Saya berharap banyak orang Indonesia tidak akan pernah lupa dengan makanan yang pernah disantapnya. Jika Anda adalah orang Indonesia dan tidak tahu makanan Indonesia, itu berarti Anda bukan orang Indonesia. Jika Anda pergi ke sebuah acara internasional dan memperkenalkan diri sebagai orang Indonesia tapi Anda memasak makanan Prancis, tertawakanlah diri Anda sendiri.

 

Anda telah mencicipi banyak makanan, mana yang tidak disuka?

Tentunya, ada dua makanan. Pertama, fugu (ikan beracun yang harus hati-hati disiapkan) serta balut di Filipina, telur bebek rebus yang difermentasi.

 

Hidangan paling mahal apa yang pernah dibuat?

"Symphony of Flavors" yang dijual di restoran saya. William Kafe Artistik di Jakarta, harganya Rp1,5 juta (sekira USD150). Makanan ini memiliki banyak perpaduan, mulai dari Jepang dan Indonesia. Saya menempatkannya bersama-sama seperti sebuah simfoni. Saya ingin menciptakan harmoni.

 

Pernahkah mengalami kesulitan dalam menciptakan hidangan tertentu?

Saya tidak pernah punya kesulitan dalam membuat hidangan, meskipun kadang berjuang untuk menemukan bahan-bahan yang saya inginkan. Ada ham yang disebut Jamon lberico Pata Negra Bellota, ham yang superhalus. Ham ini sangat sulit ditemukan, dan chapon, ayam Prancis yang tersedia pada bulan Desember, bahkan di Negara asalnya ayam ini sangat mahal. Ayam inipun favorit saya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini