Share

"Molecular Gastronomy is Dead"

Johan Sompotan, Jurnalis · Kamis 29 Agustus 2013 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2013 08 29 299 857868 3933RhjogD.jpg Chef Arnold (Foto:Johan Sompotan)

DI awal 2013, teknik memasak molecular gastronomy sangat digandrungi. Bagi Chef Arnold Poernomo, pamor teknik memasak tersebut telah redup.

 

"Molecular gastronomy itu is dead," ujar Chef Arnold kepada Okezone di Jakarta, belum lama ini.

 

Menurutnya, teknik memasak molecular gastronomy sebatas menampilkan keunikan dari sebuah hidangan. Namun, ini tidak dibarengi dengan pengolahan yang baik sehingga rasa dan aromanya terabaikan.

 

Chef Arnold menambahkan, proses memasak yang lama seperti disyaratkan metode ini akan membuat orang jenuh menunggu. "Tidak ada orang yang makan cuma satu per satu dengan masakan yang dibuat memakai teknik yang ribet, belum lagi waktu pemasakannya lama," timpalnya.

 

Pria kelahiran 18 Agustus 1988 ini menambahkan, faktor lainnya adalah karena daya beli masyarakat Indonesia. Seperti diketahui, harga sebuah hidangan yang diolah dengan metode molecular gastronomy terbilang fantastis.

 

"Untuk menikmati kuliner gastronomi, Anda harus mengeluarkan uang jutaan rupiah. Cukup mahal buat masyarakat Indonesia, tapi memang faktor harga tak bisa dibohongi dengan kualitas bahan makanan yang dipakai," tutupnya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini