Psikolog: Sanksi Sosial, Hukuman Paling Pas buat Dul

Raiza Andini, Jurnalis · Jum'at 13 September 2013 21:46 WIB
https: img.okezone.com content 2013 09 13 198 865712 W0xuDNwMEz.jpg Dhani ulang tahun disaksikan ketiga anaknya (Foto: Arif/Okezone)

ABDUL Qadir Jaelani atau akrab disapa Dul, anak dari musisi ternama Indonesia Ahmad Dhani, baru saja membuat heboh masyarakat Indonesia dengan pemberitaan kecelakaan yang menewaskan enam korban di tol Jagorawi. A Kasandra Putranto selaku pakar psikologi anak dan keluarga menuturkan, hukuman yang pantas diberikan kepada basis The Lucky Laki ini adalah sanksi sosial.  

 

Menurutnya, cara ini sangat efektif, meskipun belum diterapkan di Indonesia. Hukuman sanksi sosial baru diterapkan di negara Barat dan Eropa.

 

"Sanksi sosial itu berupa pengakuan bahwa dirinya telah membunuh sekian korban, seperti dikucilkan di masyarakat. Efeknya membuat si pelaku jera dan malu terhadap lingkungan sekitarnya. Hukuman ini bagus untuk anak di bawah umur. Namun, jangan lupa untuk memberi sanksi pidana atau denda agar rasa bersalahnya besar dan si anak tersebut dapat merenung dan tidak mengulanginya lagi, tapi harus didamping psikolog juga agar batinnya stabil," tutur A Kasandra Putranto saat diwawancarai via telefon oleh Okezone, Jumat (13/9/2013).

 

Selain itu, si pelaku di bawah umur juga didukung dengan cara dikuatkan mentalnya, seperti melakukan kegiatan-kegiatan positif.

 

"Anak itu harus kuat mentalnya saat mengetahui bahwa dirinya telah menewaskan sekian banyak orang. Tak sedikit korbannya adalah kepala rumah tangga yang menafkahi anak-anak mereka. Si pelaku harus menyadari dan bertanggung jawab atas apa yang dia perbuat, namun jangan membuatnya terlalu merasa bersalah, tapi membuatnya jera," tutupnya. (ren)

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini