Beda Hidangan, Beda pula Minyaknya (2-Habis)

Dewi Yanti, Jurnalis · Selasa 24 September 2013 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2013 09 24 304 871083 3o8HYjnyuN.jpg Rice bran oil (Foto:Organicbenefits)

ADA begitu banyak jenis minyak untuk memasak yang beredar di pasaran. Mungkin Anda hanya sering mendengar minyak sayur, minyak kanola, atau minyak kelapa. Beberapa jenis minyak bisa digunakan untuk menggoreng dalam suhu tinggi yang tidak bisa digunakan dengan minyak beraroma lainnya.

Berikut jenis-jenis minyak untuk menggoreng berdasarkan suhunya, seperti diulas Food 52:

Untuk menggoreng, memasak dengan api besar, menumis, dan searing:

1.       Minyak Netral. Minyak sayur merupakan istilah umum untuk minyak berbahan dasar tanaman. Biasanya ada yang terbuat dari minyak kedelai, tetapi juga dapat dibuat dari biji kapas, bunga matahari, atau minyak safflower (atau kombinasi). Di Indonesia, minyak sayur lebih dikenal terbuat dari kelapa sawit. Rasa minyak ini netral dan serba guna karena bagus untuk memanggang maupun menggoreng dengan panas tinggi.

2.      Minyak safflower. Minyak ini hampir terasa hambar dan memiliki titik asap tinggi, yaitu 270 derajat Celsius. Minyak ini dapat digunakan sebagai pengganti minyak sayur dan juga bagus sebagai dressing salad. Minyak safflower tidak akan menjadi padat saat suhu dingin.

3.      Minyak kanola. Minyak ini terbuat dari rapeseed, cukup populer di luar negeri. Sayangnya, mudah menjadi tengik. Biasanya minyak kanola digunakan sebagai pengganti minyak sayur, namun rasanya sedikit hambar.

4.      Minyak dedak padi. Harga minyak ini lebih mahal daripada minyak netral lainnya, namun dikenal memiliki manfaat kesehatan. Minyak dedak padi memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan minyak kanola sehingga sangat aman untuk menggoreng.

5.      Minyak jagung. Minyak jagung juga memiliki rasa yang hampir hambar. Minyak ini mampu menahan suhu tinggi tanpa berasap sehingga berguna untuk semua jenis masakan. Minyak jagung tidak mengalami permurnian sehingga rasa jagung yang lebih berbeda.

6.      Minyak biji anggur. Minyak biji anggur sangat netral dan serbaguna untuk memasak. Bisa digunakan untuk menumis, menggoreng dengan sedikit minyak, dan memanggang.

7.      Minyak kacang. Berbeda dari minyak kacang lainnya karena minyak kacang yang dimurnikan ini rasanya lebih ringan dan memiliki titik asap yang lebih tinggi. Minyak ini baik untuk menggoreng, menggoreng dengan minyak sedikit, dan memanggang. Minyak kacang yang dimurnikan merupakan pilihan nomor satu untuk menggoreng. Selain yang dimurnikan, ada pula yang tidak dimurnikan. Minyak kacang yang tidak dimurnikan dikemas dalam botol kecil, harga mahal, dan tidak cocok untuk menggoreng sehingga lebih cocok untuk menambah aroma pada masakan.

Minyak lainnya:

-          Minyak alpukat. Minyak alpukat memiliki banyak manfaat kesehatan yang sama dari minyak zaitun. Perbedaanya, minyak alpukat memiliki titik asap tinggi, yaitu 270 derajat Celsius sehingga lebih cocok untuk memasak dengan suhu tinggi.

-          Minyak biji apricot. Minyak ini mungkin lebih dikenal untuk perawatan kulit dan pijat, tetapi bagi vegetarian, minyak ini ideal untuk memasak dengan panas tinggi serta untuk memanggang.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini