Rianti Cartwright Pungut Sampah Pulau Pramuka

Dewi Yanti, Jurnalis · Sabtu 28 September 2013 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2013 09 28 407 873295 WdJkKyZM63.jpg Rianti Cartwright tengah membersihkan sampah di Pulau Pramuka (Foto: Dewi/Okezone)

JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Dunia yang jatuh tiap 27 September, Green Smile bersama artis Nugie dan Rianti Cartwright mengadakan pembersihan pantai dan dasar laut. Kegiatan dilakukan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta.

"Yang namanya underwater dan beach clean up sebuah kegiatan yang baik, harus disosialilasikan ke seluruh Indonesia. Kita harus mensosialisaikan arti pentingnya tidak membuang sampah sembarang kepada masyarakat di darat karena dampaknya ke laut dan daerah di sekitarnya," kata Wiriyatmoko, Sekda Provinsi Jakarta, dalam pembukaan acara bertajuk "Spirit of Thalassa" di Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (28/9/2013).

"Spirit of Thalassa" bermakna semangat dari Thalassa (Dewi Laut pada mitologi Yunani) untuk kebersihan dan keindahan bawah laut. Kegiatan ini merupakan gerakan pembersihan sampah di area pantai Pulau Pramuka sekaligus penanaman pohon mangrove dalam rangka merehabilitasi ekosistemnya di area sekitar ini.

Artis Nugie, Rianti Cartwright, dan Putri Indonesia 2010 Nadine Alexandra bersama 700 peserta; 100 di antaranya adalah penyelam, 600 terdiri dari mahasiswa, pelajar setempat, dan pemerhati lingkungan, membersihkan sampah di sekitar Pulau Pramuka. Area pembersihan terbagi menjadi tiga titik, yakni titik keliling timur, titik keliling tengah, dan titik keliling barat.

Selain pembersihan sampah di area pantai Pulau Pramuka, juga di dasar laut oleh para penyelam. Setelah kegiatan pembersihan, akan ada juga penanaman bibit pohon mangrove guna rehabilitasi hutan bakau di Pulau Pramuka.

Sampah telah menjadi masalah primer bagi kota-kota besar, khususnya Jakarta, yang hingga saat ini masih mengandalkan kota sekitar, misal Bekasi, untuk menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. Namun, karena volume sampah masyarakat Ibu Kota kian meningkat hingga mencapai 6.500 ton/hari, maka amat disayangkan bahwa 100 ton sampah per hari terbuang ke laut.

Sampah Jakarta yang dibuang ke laut telah memasuki zona penyangga taman nasional laut, seperti Pulau Pramuka, hingga merusak terumbu karang dan ekosistem yang ada di sekitarnya. Akibatnya, terjadi penurunan kedatangan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

"Pendapatan Pulau Pramuka yang seharusnya Rp9 miliar, hanya Rp2,8 miliar akibat masalah sampah yang tidak pernah berhenti," lugas Wiriyatmoko.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini