6.500 Ton Sampah per Tahun Cemari Kepulauan Seribu

Dewi Yanti, Jurnalis · Sabtu 28 September 2013 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2013 09 28 407 873420 UdwAYjRa6K.jpg Nugie tengah memungut sampah di Pulau Pramuka (Foto: Dewi/Okezone)

JAKARTA - Setiap tahunnya, sekira 100 ton sampah dari 6.500 ton sampah mencemari laut Kepulauan Seribu. Bupati Administrasi Kepulauan Seribu, Asep Syarifuddin, menegaskan jika sampah tersebut berasal dari daratan Jakarta.

"Sampah-sampah yang ada tergiring dibawa ke laut Kepulauan Seribu itu berasal dari 13 sungai dari daratan Jakarta," kata Asep kepada Okezone usai pembersihan area pantai dan dasar laut di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Sabtu (28/9/2013).

Meskipun banyak sampah mencemari keindahan laut dan pantai di beberapa pulau di Kepulauan Seribu, Asep tidak menyalahkan pihak manapun. Asep justru lebih menghargai kegiatan yang dilakukan Green Smile kali ini, dengan membantu membenahi ekosistem laut di Kepulauan Seribu.

"Masyarakat kena getahnya harus membereskan itu, enggak apa-apa. Dengan adanya Green Smile membantu kita, ini menjadi agen perubahan yang pada dasarnya mengajak masyarakat untuk mau menyelesaikan sampah ini," lanjutnya.

Green Smile merangkul beberapa mahasiswa dari Universitas di Jakarta serta artis Ibu Kota, seperti Nugie dan Rianti Cartwright, untuk bisa menjadi contoh kepada masyarakat. Selain menjadi contoh dengan partisipasi langsung memungut sampah, mereka bisa mensosialisasikan kepada masyarakat betapa pentingnya tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai. Yang paling memprihatinkan adalah banyaknya sampah plastik yang sulit terurai oleh lingkungan di laut.

"Saya ingin mengajak bahwa sampah ini yang berada di tengah laut ini bukan produknya orang Kepulauan Seribu. Ini produk dari 13 sungai yang mengalir ke laut ini dari daratan Jakarta. Untuk itu, saya minta kita harus bersama-sama, mengubah mind set untuk lagi tidak buang sampah sembarangan," tukas Asep.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini