Sampah Pernikahan Rio-Atiqah di Pulau Kelor Dijadikan Kompos

Dewi Yanti, Jurnalis · Sabtu 28 September 2013 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2013 09 28 407 873428 liCuVs1c7j.jpg Pulau Kelor (Foto: esensi)

JAKARTA - Sampah selalu menjadi sorotan yang tak pernah habis dibahas. Pernikahan Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan yang digelar di Pulau Kelor, Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu juga meninggalkan isu sampah.

Bupati Kepulauan Seribu, Asep Syarifuddin, justru menilai jika pernikahan Rio dan Atiqah berdampak positif menaikkan jumlah wisatawan ke Pulau Kelor. Bahkan, beberapa pulau di Kepulauan Seribu juga mengalami peningkatan jumlah wisatawan, seperti Pulau Pari, Pulau Panggang, dan lainnya.

"Kita punya target di tahun 2013 ini sebenarnya hanya 1 juta wisatawan yang datang, sekarang itu sudah ada 1,5 juta sekian," kata Asep kepada Okezone saat ditemui usai acara "Spirit of Thalassa" di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (29/9/2013).

Menurutnya, informasi yang selama ini mengatakan jika pernikahan Atiqah dan Rio menambah permasalahan sampah di Pulau Kelor, tidak benar. Sampah tersebut sudah dikumpulkan dan akan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk dijadikan pupuk kompos.

"Masalah sampah itu tanggung jawab saya. Waktu itu sampah sudah dibereskan, namun karena ada sesuatu yang belum kita bereskan secara keseluruhan. Sampah yang kita bereskan itu bukan akan kita bawa, tapi akan kita uruk, akan kita simpan untuk jadi kompos," ungkap Asep.

Asep mengakui jika masalah sampah bukan berasal dari event organizer ataupun keluarga pihak Atiqah dan Rio dalam menuntaskan pembersihan sampah. Masalahnya adalah keterlambatan Pemda menfasilitasi pengolahan sampah menjadi pupuk kompos.

"Kita hanya menitipkan Pulau Kelor ini digunakan untuk pernikahan, untuk merayakan resepsi dengan harapan akan menaikkan pamor Kepulauan Seribu ke permukaan. Kan kita enggak bayar (promosi wisata)," tutupnya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini