6 Aturan Beli Minyak Zaitun

Johan Sompotan, Jurnalis · Selasa 22 Oktober 2013 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 22 304 885090 tYgv7sNkOJ.jpg (Foto: thedailymeal)

MINYAK zaitun perlahan banyak diminati untuk menyajikan hidangan sehat. Pertimbangan menjaga kesehatan tubuhlah yang menjadikan minyak ini kian laris.

Berbagai merek minyak zaitun dijajakan di supermarket, konsumen pun kerap dibuat bingung memilihnya. Perhatikan beberapa hal agar tidak salah membeli minyak zaitun, seperti dilansir Thedailymeal:

Pilih yang tepat

Memilih minyak zaitun di supermarket seperti memilih wine, kecuali Anda terlebih dahulu telah merasakan semua jenisya. Jika belum pernah membelinya, maka lihat tulisan yang ada di belakang botol minyak zaitun.

Jika masih kebingungan, ada beberapa toko yang memungkinkan konsumen mencicipi minyak zaitunnya. Jangan terkecoh dengan harga yang tercantum pada minyak zaitun yang Anda inginkan.

Cicipi rasanya

Minyak zaitun yang baik tentunya akan menunjukkan fruitiness-nya. Apa itu fruitiness? Simon Field, seorang instruktur kesehatan dan bekerja pada sertifikasi minyak zaitun bagi produsen, mengatakan bahwa mengatakan minyak zaitun yang baik memiliki aroma dan rasa dari buah segar. Bila diambil pada tahap kematangan yang sempurna, baunya pasti segar.

Selain terasa buah segar, pahit dan pedasnya juga terasa. Dua karakteristik ini akan terasa di lidah ketika seseorang mencicipi minyak zaitun yang baik untuk pertama kalinya, juga bukti minyak zaitun mengandung senyawa bermanfaat, seperti polifenol.

Pilih botol yang benar

Dalam membeli minyak zaitun ekstra murni, hindari kemasan botol dari bahan kaca bening. Sebaliknya, pilihlah minyak zaitun yang dijual di dalam botol kaca gelap yang berguna meminimalisasi paparan cahaya sehingga membantunya tetap segar lebih lama. Ketika terpapar cahaya, maka komponen minyaknya akan pecah.

Periksa tanggalnya

Minyak zaitun yang baik tentunya terdapat tanggal atau keterangan masa panen. Minyak zaitun berbeda dengan minyak lainnya karena diekstrak dari buah. Paling baik adalah dikonsumsi segera setelah masa panen. Jika tidak ada informasi masa panennya, pastikan Anda membeli minyak zaitun yang terdapat tanggal kedaluwarsanya.

Dikemas dalam botol

Anda harus mencurigai bila di label tercantum tulisan, seperti "Dikemas di Italia" atau "Kemasan Spanyol". Klaim seperti itu sangat menyesatkan. Ini mungkin terdengar bila minyak yang ada di dalam botol terbuat dari buah zaitun yang tumbuh di negara yang tercantum pada label. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Carilah label yang mencantumkan keterangan produksi. Label yang memiliki indikasi geografis dari penghasil minyak zaitun, itu tanda yang benar.

Jangan beli sekaligus

Minyak zaitun memiliki sifat seperti rempah-rempah, jadi jangan membelinya terlalu banyak sekaligus. Minyak zaitun semakin cepat dipakai, maka hasilnya semakin baik.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini