Image

Potret Kirab Royal Wedding, Menpora Disentil Wartawan

Prabowo, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2013, 18:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2013 10 23 196 885875 Z5AMMGVfQa.jpg Kirab pernikahan GKR Hayu-KPH Notonegoro (Foto: Prabowo/Okezone)

BEBERAPA wartawan sempat menyentil Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo saat memotret prosesi kirab Royal Wedding Keraton Yogyakarta. Sebab, dia menaiki panggung kecil yang khusus disediakan untuk fotografer dan kameramen wartawan dari beberapa media tertentu.
 

Roy Suryo mengaku disemprot wartawan. Namun, dia meminta agar diberi tempat yang sama supaya bisa mengabadikan momen kirab 12 kereta kencana dari Keraton Yogyakarta.

 

"Iya, tadi sempat mengganggu wartawan, ada yang bilang, 'Kae dudu wartawan kok munggah (itu bukan wartawan kok naik). Tolong saya diberi ID Card," cerita Roy Suryo saat itu kepada Okezone saat melakukan kunjungan mendadak di Balai Latihan Pendidikan Tekni (BLPT) DIY, Rabu (23/10/2013).

 

Kemudian, Roy dinaikkan oleh beberapa orang berbadan tegap ke salah satu panggung kecil yang memang disediakan untuk wartawan dari beberapa media tertentu. Sementara salah satu fotografer yang berada di sebelah Roy Suryo mengaku tidak mempermasalahkan.

 

"Ya, masa Pak Menteri mau motret saja dilarang, lagian itu juga tempat umum. Tadi memang ada yang sempat bilang begitu," kata Roy menirukan ucapan fotografer tersebut.

 

Sebagaimana diketahui, kirab dalam Royal Wedding Keraton Yogyakarta terjadi dua kali start. Pertama mulai jalan dari Keraton Yogyakarta ke Kepatihan pukul 09.00 WIB dengan iring-iringan kedua pengantin, GKR Hayu dan KPH Notonegoro. Terdapat lima kereta yang mengiringi kedua mempelai bersama 120 prajurit bregodo dari Keraton Yogyakarta.

 

GKR Hayu duduk di sebelah kanan, sedangkan KPH Notonegoro berada disebelah kiri dalam kereta Kyai Jongwiyat yang dinaikinya. Kedua pengantin baru itu murah senyum sambil melambaikan tangan ke arah ribuan masyarakat yang berada di sepanjang jalan.

 

Sedangkan iring-iringan kereta kuda kedua dinaiki Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan GKR Hemas dimulai sekira pukul 09.30 WIB dari Keraton Yogyakarta menuju Kepatihan. Iring-iringan kereta yang berjumlah tujuh itu diiringi 240 bregodo serta penunggang kuda.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini