Image

Wejangan Sultan HB X pada GKR Hayu-KPH Notonegoto

Ainun Fika Muftiarini, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2013, 10:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 10 24 196 886074 VLqoGdUyB5.jpg GKR Hayu & KPH Notonegoro (Foto: Kratonwedding)

SEMALAM Gusti Kanjeng Ratu Hayu dan Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro melakukan pamitan kepada orangtua. Acara tersebut juga menjadi penutup dari seluruh rangkaian prosesi pernikahan keduanya.

Pamitan sendiri dilakukan di Gedhong Jene, kediaman dari Sultan Hamengku Buwono X. Dalam prosesi pamitan, Raja Keraton Yogyakarta tersebut juga sempat memberi wejangan kepada pasangan pengantin baru itu.

"Kalau orangtua mengatakan itu, kita harus dapat membangun bale somah, yaitu bagaimana rumah yang kita tempati, keluarga yang kita bangun dengan seluruh anak cucu dan saudara-saudara akan penuh kedamaian, penuh rasa nyaman. Saling menghargai, saling menghormati," pesan Sultan HB X, seperti dikutip Kratonwedding.

Sultan HB X juga berpesan untuk selalu bersikap ikhlas satu sama lain. Apalagi tujuan dari menikah sendiri adalah mencapai kebahagiaan.

"Keikhlasan itu sangat penting, dalam sebuah pernikahan tidak ada yang menang dan kalah.”

“Berbicaralah terus terang, apa adanya. Tidak perlu harus marah, susunlah kata-kata yang baik, arif, dan bijak. Hilangkan rasa ingin menang sendiri yang dapat menyinggung perasaan suami atau istri. Baik suami maupun istri, tidak ada yang harus direndahkan," imbuh suami dariGusti Kanjeng Ratu Hemas ini.

Lebih lanjut, Sultan HB X juga menekankan adanya kesetaraan untuk membangun rumah tangga. Selain itu, setiap individu juga harus selalu bersama dalam hal mempersatukan pikiran ataupun melangkah kemana pun.  Di samping harus tahu situasi ataupun kondisinya.

“Bangunlah komunikasi yang intens dan terbuka. Itu adalah sesuatu yang sangat penting," tutupnya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini