nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lontong Medan Kak Lin, Kentang Pedasnya Bikin Beda!

(koran Sindo), Jurnalis · Senin 04 November 2013 18:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2013 11 04 488 891716 68PhiBXD66.jpg Lontong pecal (Foto: insidesumatera)

DATANG ke Medan tidak lengkap jika belum merasakan sarapan dengan menu khas sana, lontong medan. Secara tampilan dan isi, panganan ini sama seperti lontong sayur yang kita kenal. Namun ada yang membuatnya istimewa, yaitu rasanya yang khas, pas kadar manis dan pedasnya.

Jelajah kuliner kembali singgah di Kota Medan. Kali ini yang dicoba adalah menu lontong medan yang sudah tersohor. Kebetulan, Ibu Kota Sumatera Utara ini memang dikenal memiliki banyak makanan olahan. Salah satunya lontong, yang merupakan panganan olahan dari beras.

Lontong medan tentu tidak disajikan ”sendiri”. Sebagai pelengkap, ada tambahan sayur labu dan kuah tauconya.

Petualangan untuk merasakan kelezatan lontong medan dilakukan belum lama ini di kedai Lontong Kak Lin, yang peminatnya sangat banyak. Lokasinya berada tidak jauh dari kawasan wisata kuliner Pagaruyung yang terletak di Jalan Zainul Arifin, Kampung Madras, Medan. Tepatnya di Jalan Cik Di Tiro.

Bila ditempuh dengan berjalan kaki, hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit. Nah, letak rumah makan Lontong Kak Lin ini berada persis di depan SMA Negeri 1 Medan.

”Silakan Bang masuk. Mau pesan apa? Ini dilihat dulu daftar menunya,” kata seorang pelayan saat tamu memasuki areal rumah makan yang dipenuhi meja dan kursi kayu itu.

Ada beragam jenis menu tertera di sana, di antaranya lontong sayur, lontong pecal, dan nasi gurih. Lontong pecal menjadi pilihan menu kali ini.

Menu tersebut merupakan sajian favorit pengunjung kedai Lontong Kak Lin. Evi, 36, salah satunya. Dia mengaku sangat menggemari menu berisi lontong yang disiram bumbu kacang cair dan ditambah sayur-mayur layaknya pecel itu.

”Saya kalau ke sini suka pesan lontong pecal. Rasanya enak, pedasnya juga pas. Lalu yang khas di sini ada sambal keripik kentangnya. Ini nikmat sekali,” ujar Evi, yang merupakan pegawai di salah satu instansi pemerintah di Kota Medan.

Secara tampilan, lontong pecal yang disajikan di Lontong Kak Lin terkesan biasa. Layaknya menu sejenis di tempat lain saja. Yang membedakan hanya taburan sambal kentang yang berasa gurih dan renyah.

Bumbu pecal yang tersiram rata di atas sayuran, lontong, berikut telur ayam balado tampak sangat menggoda selera. Rasa manis, asam, dan pedas berpadu serasi pada menu ini. Sayur yang digunakan pun masih segar, yang menambah komplet cita rasa kelezatannya.

Sang pemilik kedai, Kak Lin yang bernama asli Nuzulina, mulai merintis usaha ini sejak 1994 di kawasan Jalan Teuku Cik Ditiro, Medan. Ibu tiga anak itu bercerita, dulu ia sempat berjualan di emperan pinggir jalan di samping SMA Negeri 1 Medan. Berbekal modal yang dimiliki bersama sang suami, Kak Lin terus bekerja keras dengan berjualan hingga akhirnya menu racikannya dikenal oleh semua kalangan.

”Awal mula berjualan, kami menyediakan sarapan untuk anak-anak sekolah di sini. Para orang tuanya kan juga banyak. Dulu kami jualan pun tidak terlalu besar porsinya,” kenang Kak Lin.

Berkat kegigihannya, Kak Lin mampu memindahkan lokasi dagang yang semula di emperan jalan ke sebuah ruko yang lebih layak. Kedai ini pun kian lama kian tersohor, peminatnya mulai anak sekolah hingga artis ternama.

”Kami bersyukur. Anak-anak sekolah sampai sekarang masih banyak yang makan. Kemarin pun banyak artis makan di sini,” cerita Kak Lin.

Satu porsi lontong pecal dibanderol dengan harga Rp10.000. Harga yang relatif murah itu menjadi alasan lain yang mampu menarik minat pencinta kuliner untuk singgah di kedai Lontong Kak Lin.

Saat ditanya mengenai resep kelezatan lontong buatannya, Kak Lin enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengungkapkan, ada bumbu ”rahasia” yang digunakan untuk membuat lontong tersebut. Resep itu didapat Kak Lin secara turun-temurun dari orang tuanya.

”Mengenai resep secara gamblang, saya tidak bisa menjelaskan. Hanya, yang jelas kami selalu mengikuti selera penikmat. Maka itu, kami buat rasanya menjadi pas, tidak terlalu manis dan tidak terlalu pedas,” kilahnya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini