Pilah-pilih Minyak Terbaik untuk Menggoreng

Johan Sompotan, Jurnalis · Selasa 19 November 2013 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 19 304 899419 nFuytaCgWy.jpg begini menggoreng yang benar (Foto:food52)

SEBAGIAN orang takut menggoreng lantaran ancaman percikan minyak. Perhatikan trik untuk memastikan kulit Anda terbebas dari percikan minyak goreng panas.

Menggoreng butuh minyak panas supaya bahan makanan cepat matang dan tak lengket pada dasar wadah yang digunakan. Menggoreng sendiri bisa menggunakan minyak banyak maupun sedikit.

Pada prinsipnya, memasak dengan teknik menggoreng adalah menambahkan lemak pada bahan makanan yang dimasak. Sebagai gambaran, saat menggoreng kali pertama, Anda memakai minyak banyak, setelah semua bahan dimasak yang terjadi adalah minyak akan berkurang. Ini berarti minyak benar-benar diserap oleh bahan makanan. Selama menjaga minyak dalam keadaan panas tinggi, maka pastikan makanan menguap demi menjaganya tidak menyerap banyak minyak.

Nah, dalam menggoreng, perhatikan pula pemakaian minyaknya. Gunakan minyak terbaik, seperti minyak kacang, yang biasanya lebih disukai untuk mendapatkan rasa netral karena lemak jenuhnya rendah. Ada lagi minyak kanola. Namun, bila ingin menggunakan suhu panas rendah, pilihannya adalah minyak zaitun.

Setelah minyak, perhatikan wadah yang dipakai. Wadahnya haruslah memiliki dasar yang dalam serta bobot yang lebih berat. Cara ini akan menjaga bahan makanan yang dimasak.

Gunakan pula termometer karena alat ini sangat penting dalam menggoreng. Minyak panas yang siap dipakai untuk menggoreng haruslah memiliki gelembung. Untuk mengetahuinya, ambil saja sutil kayu kemudian masukkan ke dalam minyak. Biasanya suhu panas berada pada 162-176 derajat Celsius.

Selanjutnya, setelah menambahkan makanan ke dalam minyak yang panas maka otomatis suhu akan turun, tapi biar suhunya tetap terjaga maka usahakan berada pada 121 derajat celcius. Menjaga suhu pada posisi ini akan menghasilkan tekstur yang renyah dan makanan tidak akan basah.

Tapi, jika terlalu panas, maka akan mendapatkan makanan jadi buruk, makanan pun jadi lebih banyak menyerap minyak. Ceceran minyak pun akan berada pada dasar piring yang dipakai sebagai tempat menaruh makanan yang sudah matang.

Kemudian, dalam menggoreng biasanya kerap menghasilkan makanan jadi enggak renyah. Hal ini dikarenakan Anda kurang mengaduk saat memasak. Cara ini membuat makanan jadi lebih merata, tapi bila mennggunakan makanan beku maka harus memakai wadah yang lebih kecil karena untuk menjaga tingkat suhu memasaknya.

Nah, bila sudah matang maka tiriskan bahan makanan dengan handuk kertas atau taruh handuk kertas di piring sebab ini akan menyerap minyak lebih banyak ketimbang memakai saringan kawat.

Ketakutan dalam memasak, khususnya menggoreng adalah percikan minyak. Bagi Anda yang memasak, kini ada caranya untuk tak menghasilkan percikan minyak. Perhatikan jarak Anda dengan wajan yang dipakai dalam memasak. Taruhlah bahan makanan yang akan digoreng sedekat mungkin. Sebab, menjatuhkan makanan dari jarak dekat dengan permukaan minyak akan membuat percikan tidak ada. Kenapa demikian? suhu panas telah masuk ke dalam bahan makanan sehingga kadar panasnya tidak terlalu tinggi.

Terakhir, ketika usai menggoreng, maka jangan buang minyak ke dalam wastafel tapi cukup taruh di dalam botol dan biarkan sampai minyak dingin kemudian tutup dengan rapat dan buang di dalam tempat sampah.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini