Share

Marinka Tak Ingin Chef Jadi 'Murahan'

Fitri Yulianti, Okezone · Jum'at 10 Januari 2014 04:18 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 09 299 924192 UYDmTx5gnV.jpg Chef Marinka (Foto: Feri/Okezone)

CHEF kini memang tidak lagi seseorang yang mengenakan baju koki lalu hanya ada di dapur. Chef juga muncul di layar kaca, hingga memunculkan kekhawatiran Rinrin Marinka terhadap mereka yang menyandang predikat chef.

"Sekarang, kata 'chef' itu jadi murah banget, digampangin. Orang bisa masak mi, istilahnya, disebut chef," kata Chef Marinka kepada Okezone saat berkunjung ke Gedung HighEnd di Jalan Kebon Sirih, Jakarta, baru-baru ini.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Chef Marinka menyayangkan predikat 'chef' bila diberikan kepada mereka yang sebenarnya kurang menguasai ilmu memasak. Padahal, menimba ilmu kuliner ataupun menguasai teknik memasak bukanlah bisa dilakukan dalam waktu singkat.

"Kasihan orang-orang yang sudah bekerja 10 tahun di dapur, dibandingkan sama ini, yang gampang banget dan semuanya singkat. Perjalanannya enggak mudah," imbuh chef yang sudah berkecimpung 12 tahun di dunia kuliner ini.

Kenyataan ini menyikapi maraknya tayangan memasak dengan kemunculan para chef cantik. Chef Marinka mengajak penonton untuk cerdas memilih tayangan, dengan chef yang memang berkompeten. Memang, kata dia, tayangan tersebut membuat kesan glamor pada dunia kuliner di Indonesia.

"Tapi secara basic masak, sebenarnya banyak juga yang keliru," tandasnya.

Chef Marinka menyebutkan kekeliruan tersebut. Dalam dunia dapur sebenarnya, seorang chef tidak boleh memiliki kuku panjang, kuku berkutek, ataupun rambut digerai saat masak, yang menurutnya membuat masakan tidak higienis.

"TV memang bisa menyulap orang, dari yang enggak bisa menjadi seperti jago masak," ujarnya.

Menurut Chef Marinka, ilmu memasak tidak hanya bisa ditempuh lewat jalur pendidikan formal. Tidak sedikit pakar kuliner yang belajar dengan cara otodidak dan mendalaminya lewat banyak pengalaman.

"Chef Juna, Arnold, dan Vindex, mereka enggak sekolah kuliner pada awalnya. Mereka langsung praktek di dapur, dan banyak sekali chef yang begitu, pengalamannya sudah banyak," tuturnya.

Chef Vindex, misalnya, telah berkecimpung di dunia kuliner selama sekitar 20 tahun dan mempelajari dunia memasak dari dasarnya. Ini, dituturkan Chef Marinka, yang membuatnya mempunyai jam terbang tinggi. Namun, kata lulusan dariย  ini, sisi plus mereka yang sekolah kuliner adalah mengetahui istilah-istilah memasak sejak awal.

"Belajar di sekolah kuliner ada plusnya, tapi bagamanapun juga pengalaman dan profesionalisme lebih penting," imbuhn perempuan kelahiran 22 Maret 1980 ini

Chef Marinka sendiri merasa masih perlu belajar. Setelah lulus dari Le Cordon Bleu, Sydney, Australia, dengan keahlian khusus French Cuisine & Patisserie ini ingin memperdalam hidangan China yang menurutnya punya tantangan tersendiri.

"Kayaknya kalau sudah bisa mendalami (Chinese food), semua bisa soalnya susah banget, seperti dimsum yang bagus itu bagaimana. Saya juga mau belajar masakan Thailand, Indonesia, molekuler gastronomi, dan lainnya," tutup juri MasterChef Indonesia ini.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini