Share

Arti Ungkapan "Chopped, Chopped" dari Juri MasterChef Indonesia

Fitri Yulianti, Okezone · Rabu 15 Januari 2014 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 15 299 926371 4rfpPgGN5U.jpg Chef Marinka (Foto: Feri/Okezone)

BAGI Anda penggemar tayangan MasterChef Indonesia atau hanya menyaksikannya sesekali, pasti ngeh dengan ungkapan “chopped, chopped” dari para jurinya. Sebenarnya, apa maknanya?

Kata “chopped, chopped” menjadi ungkapan yang akrab diungkapkan oleh ketiga juri MasterChef Indonesia, mulai season 1 hingga season 3 tahun lalu. Saat mengungkapkan kata-kata ini, para juri biasanya juga akan melakukan gerakan menepuk-nepuk tangan dengan ekspresi geregetan.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Salah satu juri yang sering mengucapkannya adalah Chef Marinka. “Artinya cepetan,” katanya saat bertandang ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, baru-baru ini.

Chef Marinka sendiri lupa kapan tepatnya ungkapan tersebut pertama kali keluar dan akrab terdengar di Galeri MasterChef. Namun, dia mempunyai maksud mendorong para peserta untuk lebih cepat bekerja dan menyajikan hidangan sesuai tantangan. Secara harfiah, kata “chopped” juga berarti memotong.

“Supaya mereka mengiris cepat-cepat,” tambah lulusan dari Le Cordon Bleu, Sydney, Australia, dengan keahlian khusus French Cuisine & Patisserie ini.

Sebenarnya, diakui Chef Marinka, ungkapan tersebut bukan yang biasa dia terima saat sekolah kuliner atau di dapur chef sesungguhnya. Dia hanya menganggapnya sebagai kebiasaan saat melihat para peserta MasterChef terlalu lamban menyelesaikan tantangan.

Memang, Chef Marinka menyenangi aktivitas yang serba cepat, termasuk ketika memasak. Alhasil, pilihan memasak yang lebih disukainya adalah hidangan utama, bukan kue ataupun hidangan penutup. Membuat kue membuatnya harus menunggu, aktivitas yang tidak dia senangi.

“Memasak enaknya ada batas waktu. Kalau pastry kan serba menunggu; adonan mengembang, menunggu adonan dingin, menghias kue, dan sebagainya. Itu agak membosankan untuk saya. kalau yang seru itu menurut saya, ya memasak (hidangan utama) karena cepat,” tuturnya.

Bila penikmat tayangan MasterChef Indonesia kemudian mengidentikannya jago membuat kue, Chef Marinka menyebutnya sebuah ‘kecelakaan’. Pasalnya, latar belakang pendidikannya justru mengolah hidangan utama, bukan kue ataupun dessert.

“Saya lebih dikenal pastry karena Chef Vindex dan Chef Juna enggak mau bikin itu di Galeri MasterChef. Menurut mereka, pastry itu feminin, lebih pas cewek yang bikin,” tutupnya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini