Tepis Isu Keracunan Makanan, Cut The Crab Bongkar Rahasia Masaknya

Johan Sompotan, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2014 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 28 299 948100 EgFVrXG5mW.jpg Cut the crab Jakarta mengakibatkan konsumen keracunan makanan (Foto:Johan Sompotan)

MUNCULNYA isu keracunan makanan usai menyantap seafood di resto Cut The Crab membuat pihak resto buka-bukaan soal pengolahan kepitingnya. Seperti apa penjelasan mereka?

Restoran yang berlokasi di Jalan Cikajang Nomor 32, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini punya desain cukup minimalis. Guna membuktikan adanya isu keracunan makanan, Okezone menyambangi resto yang dikenal dengan tagline β€œEat seafood with No Plates! No Fork! No Spoons!” ini.

Ketika memasuki resto, Anda bisa melihat beberapa akuarium yang tertata rapi di luar. Kepitingnya ditaruh di dalam akuarium, bukan dalam keadaan terikat melainkan bisa bebas bergerak.

"Kepiting yang ada di akuarium memperlihatkan bila kepiting yang kami suguhkan bukan dalam keadaan mati, beku, ataupun yang bisa dianggap mencurigakan oleh konsumen," ucap Sinda Suta, Manajer Cut The Crab, kepada Okezone.

Kami diajak masuk ke dapurnya. Boks styrofoam berisi kepiting hidup diletakkan di sudut ruangan. Menurut Sinda, pihkanya tak sungkan mengajak konsumen melongok kondisi kepitingnya di dapur untuk menghilangkan kecurigaan konsumen. Sinda juga tidak ragu membuang kepiting bila ternyata kopong.

Untuk melakukan pengecekan terhadap kepiting, para juru masak pun mengangkatnya satu per satu, termasuk untuk mengetahui berat kepiting. Dia memastikan, semua kepiting di Cut The Crab masih memiliki warna mata yang cerah.

"Berapapun kepiting yang sisa di satu hari, kami tak pernah menyimpan walaupun masih hidup. Kami selalu membuangnya. Bahkan, kami pernah membuang kepiting sampai 50 kilogram, buat kami yang penting adalah kualitasnya," lanjutnya.

Seusai dipilih, kepiting dipotong menjadi beberapa bagian. Selanjutnya, kepiting dimasukkan ke dalam panci pengukus dengan suhu api di atas 100 derajat Celsius untuk dimasak selama tujuh menit. Proses ini bertujuan membersihkan kotoran pada kepiting.

Setelah dikukus, barulah kepiting diangkat dan dipindahkan ke dalam panci berisi air. Kepiting siap direbus dan diberi perasan air jeruk lemon selama prosesnya selama lima menit. Dalam perebusan, kepiting dipastikan tenggelam supaya dagingnya empuk dan sisa bakterinya bisa hilang.

Terakhir adalah ditumis. Ketika kepiting sudah direbus kemudian ditiriskan, masukkan ke dalam plastik. Fungsinya adalah untuk menahan suhu panas. Panaskan wajannya lalu masukkan bumbu atau saus yang diinginkan, tumis sebentar lalu masukkan kepiting yang sudah dimasak tadi.

"Saat penumisan sausnya, kami tak memakai minyak atau tambahan mentega lagi sebab di dalam sausnya sudah terdapat minyaknya," tutupnya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini