Cegah Keracunan Makanan, Begini Cara Kenali Restoran "Nakal"

Johan Sompotan, Jurnalis · Jum'at 28 Februari 2014 17:05 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 28 299 948193 BvTpGZHjuS.jpg Mengenali restoran nakal (Foto:cavinteo)

MUNCULNYA kasus keracunan makanan usai menyantap seafood memunculkan kekhawatiran tersendiri. Bagaimana mengenali restoran “nakal”?

Brian "MasterChef" mengatakan, jika terdapat konsumen keracunan makanan usai bersantap di restoran, pertanda restoran tersebut “nakal” dalam menyuguhkan makanan. Memang, menurutnya, cukup sulit menentukan kesegaran makanan bila sudah tercampur bumbu.

"Biasanya bila kedapatan keracunan makanan, bisa dibilang restorannya nakal. Kebanyakan mereka mengandalkan sisa makanan yang dikuatkan dengan bumbu beraroma tajam," ucapnya ketika dihubungi Okezone.

Runner Up MasterChef Indonesia Season 3 ini menambahkan, bahan makanan yang sudah tidak segar bisa diakali dengan pemakaian bumbu-bumbu. Dirinya mencontohkan kepiting. Untuk menghilangkan bau busuk kepiting, bumbu beraroma kuat seperti jahe, kapulaga, kayu manis, serai serta daun salam bisa dimanfaatkan. Bumbu-bumbu ini cukup digosokkan pada permukaan kepiting, dengan ukuran yang juga sangat banyak.

"Dengan diberi banyak bumbu beraroma tajam, sudah pasti bau busuk kepiting bisa tertutupi," imbuhnya.

Namun, meski bisa ditutupi dengan bumbu beraroma tajam, Anda tetap bisa mengenali restoran “nakal” dengan berbagai cara. Anda bisa meminta pelayan untuk memperlihatkan bahan makanannya.

"Anda harus meminta mereka memperlihatkan kondisi fisik seafood yang akan dimasak. Jika mereka tak memperlihatkannya, Anda patut curiga," bebernya.

Kemudian, lakukan pengecekan secara detail dengan memegangnya. Jenis seafood yang tak bisa dibohongi adalah kepiting pada kondisi masih mentah. Dijelaskan Brian, kepiting segar bisa dilihat dari matanya. Bila mata kepiting tampak masuk jika dilihat dari samping, pertanda sudah tidak segar. Lihat juga pergerakan cangkangnya. Jangan ragu untuk meminta pihak restoran untuk melepaskan talinya. Jika cangkangnya sudah lemah, sebaiknya tidak dipilih.

Terakhir adalah saat mengonsumsinya. Ketika merasakan hidangan yang disajian aneh, jangan ragu untuk meminta tukar.

"Bila ada restoran yang enggan menukar makanan yang dirasa aneh, pertanda restoran tersebut hanya mencari keuntungan," tutupnya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini