Tiga Hal Diduga Penyebab Keracunan di Resto Cut The Crab

Johan Sompotan, Jurnalis · Selasa 04 Maret 2014 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 04 299 949752 EiKlJcukj5.jpg Dugaan penyebab keracunan makanan di cut the crab masih banyak meninggalkan pertanyaan (Foto:Johan Sompotan)

MASIH menjadi pertanyaan, apa penyebab keracunan makanan yang terjadi di resto Cut The Crab beberapa waktu lalu. Pemilik resto dengan konsep sejenis coba memberikan gambaran.

Menurut Albert Wijaya, pemilik resto Holy Crab, biasanya masyarakat Indonesia yang mengalami keracunan makanan disebabkan beberapa hal. Paling utama adalah makanannya.

"Pertama, adanya bakteri pada makanan, kemudian makanan sudah terkontaminasi dengan makanan lain, dan terakhir dari segi manusia itu sendiri," katanya ketika dihubungi Okezone, baru-baru ini.

Penyebab pertama, adanya bakteri pada makanan, yang biasanya disebabkan perubahan suhu pada saat penyimpanan. Menurut Albert, bahan makanan laut tidak boleh berada pada danger temperature zone, yakni di bawah 5 derajat Celsius dan bila panas tak boleh di bawah 45 derajat Celsius.

Penyebab kedua masih dalam tahapan penyimpanan. Pada saat menyimpan makanan, khususnya seafood, baiknya tidak disatukan.

"Jika bahan makanan disimpan dengan cara ditumpuk, bisa terjadi kontaminasi. Hal inilah yang akan menyebabkan konsumen merasa mual setelah tiga hingga lima jam menyantap makanan," tambahnya.

Terakhir, dari segi konsumen. Kerap kali, dirinya banyak menemukan konsumen yang belum sadar akan kebersihan.

"Jari tangan memiliki ribuan bakteri jahat yang bisa masuk ke dalam makanan. Cucilah tangan dengan bersih termasuk bagian sela-sela jari," tutupnya.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini