Keracunan Seafood, Apa Saja Penyebabnya?

Johan Sompotan, Jurnalis · Kamis 06 Maret 2014 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 06 304 950948 c4rc1cJWTK.jpg Memahami penyebab keracunan makan seafood (Foto:freshnwildfish)

MEDIA sosial belum lama ini dihebohkan dengan kasus keracunan makanan di sebuah restoran seafood di Jakarta. Chef Winnie Kusuma Wardhani mencoba memprediksi penyebabnya.

Celebrity Chef, Winnie Kusuma Wardhani, mengatakan bahwa kasus keracunan makanan bisa disebabkan oleh beberapa hal, khususnya pada makanan laut atau seafood. "Seafood merupakan jenis makanan yang paling gampang menyalurkan bakteri atau food poisoning sehingga dibutuhkan proses yang benar," ucapnya kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Penyebab pertama adalah penanganan yang kurang baik. Bahan makanan yang akan dimasak membutuhkan penanganan yang sempurna, apalagi sifatnya masuk ke dalam tubuh manusia.

"Jika bermain dengan seafood, maka harus berhati-hati sebab sangat riskan, misalnya tangan tidak boleh kotor, rambut pun dilarang jatuh karena rambut salah satu yang memiliki banyak bakteri dan masih banyak penanganan lainnya yang harus diperhatikan," lanjutnya.

Kemudian, proses penyimpanannya pun patut dipertimbangkan. Chef Winnie menyarankan, penyimpanan seafood tidak disatukan dengan bahan makanan lainnya walaupun berasal dari tempat yang sama.

Berbicara soal penyimpanan, perhatikan suhu serta tempatnya. Ketahui suhu aman penyimpanan seafood. Chef Winnie menambahkan, jangan terkecoh dengan bahan mentah yang masih segar, khususnya kepiting, sebab banyak kepiting yang masih hidup namun sudah terkontaminasi.

"Banyak yang menjual bahan makanan yang sifatnya menipu, Anda harus fokus memilih supaya tidak ada penyesalan usai membelinya. Keracunan makanan pun tak dipungkiri hadir dari sini," tambahnya.

Terakhir, adalah dari faktor individu itu sendiri. Baginya, semua manusia memiliki metabolisme yang berbeda sehingga tak diketahui apakah individu yang mengonsumsi makanan dalam keadaan sehat atau tidak.

"Faktor dari individu itu tetap ada meskipun sifatnya kecil, biar bagaimanapun kita nggak akan pernah tahu kondisi tubuh seseorang," tutupnya dengan senyuman.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini