Palmerston, Pulau Terisolir Jadi Pulau Pribadi

Winda Destiana, Jurnalis · Rabu 26 Maret 2014 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 26 409 961111 Qe94r5lAY7.jpg Pulau Palmerston (Foto: amusingplanet)

PULAU Palmerston merupakan karang atol di Kepulauan Cook yang berada di salah satu bagian paling terisolasi dari Samudra Pasifik. Letaknya sekira 3.200 km dari Selandia Baru. Pulau Pasifik kecil ini tidak memiliki bandara dan dikunjungi kapal pasokan hanya dua kali dalam setahun.

 

Perjalanan menuju pulau ini begitu panjang dan berbahaya. Hal itu dibuktikan bahwa hanya sebagian besar pengunjung pemberani yang pernah menyambanginya. Namun, ketenaran Palmerston tidak hanya dari fakta bahwa sebenarnya pulau ini merupakan sebuah pulau surga yang sempurna, ada hal unik lainnya, yaitu sejarah.

 

Palmerston Atoll terdiri dari sejumlah pulau berpasir yang terus menerus ditumbuhi oleh kawanan terumbu karang hingga membentuk sebuah laguna. Atol tersebut berada di kilometer 11 dan 15 dari utara ke selatan yang membungkus area seluas 56 kilometer persegi laut.

 

Orang pertama yang menginjakkan kaki di Palmerston adalah Captain Cook pada 1777 meskipun ia telah menemukan pulau tersebut tiga tahun sebelumnya pada perjalanan lain. Pulau ini sebagian besar tetap tidak berpenghuni selama hampir satu abad, namun kebetulan ada seorang tukang kayu pembuat kapal mengunjungi pulau tersebut pada 1860.

 

William Marsters si tukang kayu, begitu terpesona oleh pulau tersebut. Tiga tahun kemudian ia kembali dengan membawa istri, putri, dan dua sepupunya dengan tujuan pemukiman permanen di pulau tersebut. Kemudian, ia tinggal bersama ketiga istri dan anak anaknya di dalam pulau tersebut.

 

Ia membangun bangunan dengan menggunakan bangkai kapal untuk menampung keluarga kecilnya tersebut. Ada gereja, sekolah, serta rumah. Ia memiliki 17 anak dan mereka lah merupakan keturunan yang membentuk populasi Palmerston hingga kini.

 

Sebelum meninggal, William Marsters memberikan pulau masing-masing kepada ketiga istrinya untuk diurus. Kini, mereka memiliki kekuasaan dari masing masing atol. Saat ini pulau memiliki Dewan dan pemerintah daerah sendiri dari anggota tiga keluarga. Pernikahan dalam kelompok keluarga dilarang ini ternyata dilarang keras. Meskipun dikelola oleh Pemerintah Kepulauan Cook di bawah yurisdiksi Selandia Baru, pada 1954 keluarga diberikan kepemilikan penuh dari pulau-pulau tersebut.

 

Kehidupan di Palmerston sederhana. Tidak ada toko, hanya ada dua toilet, dan air hujan dikumpulkan sebagai air minum penduduk di pulau ini. Uang hanya digunakan untuk membeli perlengkapan dari dunia luar tidak dari satu sama lain.

 

Listrik berjalan dari pukul 06.00 sampai 12.00 setiap hari dan baru akan menyala lagi pada malam hari. Sebuah stasiun telepon baru-baru ini dibangun hanya menyediakan saluran permanen ke dunia luar.

 

Selain dari kapal kargo, kapal yang datang mengunjungi pulau ini juga membawa ratusan wisatawan setiap tahunnya. Mereka merasa penasaran ingin melihat keadaan sekitar pulau alami berpenghuni. Karena tidak ada resor atau hotel, oleh kepala adat, keluarga yang pertama kali menyapa mereka akan ditawarkan penginapan di rumah mereka.

(ftr)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini