Sugeng Rawuh di Pesta Kuliner Jawa Gran Melia Jakarta

Fitri Yulianti, Jurnalis · Jum'at 18 April 2014 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2014 04 18 299 972411 8gVfFMqF7S.jpg Javanese Food Promotion di Gran Melia Jakarta (Foto: dok. Gran Melia Jakarta)

MASIHKAH Anda mudah menemui rujak kangkung ataupun pecel kecombrang? Kuliner khas Jawa tersebut bila dibilang mulai langka. Nah, Cafe Gran Via di Gran Melia Hotel akan mengembalikan lagi memori Anda tentang hidangan kaya bumbu tersebut.

Mulai 7 sampai 20 April, Cafe Gran Via bakal memenuhi hasrat Anda untuk menyantap masakan Jawa. Hotel bintang lima di pusat kota ini menyelenggarakan Festival Makanan Jawa.

"Selama empat bulan ini, kami menyelenggarakan festival kuliner yang dianggap populer di masyarakat; kuliner Padang bulan Maret lalu, sekarang kuliner Jawa, bulan Mei ada kuliner Sunda, dan Juni kuliner Betawi, bertepatan dengan ulang tahun Jakarta," kata Hanny Octavia, Public Relations Officer Gran Melia Jakarta, ketika ditemui Okezone, baru-baru ini.

Sebelum mencicipi kelezatan menu-menu yang disuguhkan, Anda lebih dulu disambut pelayan yang mengenakan busana tradisional Jawa. Tulisan "Sugeng Rawuh" atau "Selamat Datang" dengan huruf Sansekerta tidak kalah menyambut Anda. Dan segera, melodi yang mengalun dari musik khas Jawa ketika Anda menjejakkan kaki ke dalam Cafe Gran Via. It's really feels like home...

Festival kuliner Jawa bukan ditempatkan pada stan yang kecil dan kurang terlihat, melainkan sangat atraktif. Tulisan "Javanese Food Promotion" terpampang dengan jelas di stan sepanjang lebih dari tiga meter itu, segera setelah Anda masuk Cafe Gran Via dan berbelok ke arah kanan.

Awali eksplorasi Anda pada hidangan Jawa ini di cold station yang telah tersaji variasi makanan pembuka, mulai dari urap, pecel godhong kates, pecel kecombrang, rujak kangkung, rujak serut, dan kupat tahu magelang. Menu-menu yang berisi berbagai sayuran dan saus kacang tersebut siap menyegarkan mulut Anda untuk masuk ke hidangan utama.

Menariknya, selama masa promosi, menu-menu yang disajikan berbeda setiap harinya dalam siklus sepekan. Yang ada setiap hari adalah gudeg spesial. "Sejauh ini, memang gudeg spesial yang paling sering habis, terutama krecek dan kacang tolo," bebernya.

Setiap menu telah disiapkan untuk memunculkan citarasa khas Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sate ambal, misalnya. Makanan ini berasal dari Kebumen, Jawa Tengah, menggunakan saus tempe sebagai ganti saus kacang yang umum digunakan pada sate. Di bagian carving, ada ayam panggang klaten dengan dua pilihan saus, yakni original dan barbeque, yang menunggu untuk disajikan di piring Anda.

Pilihan lainnya, tersedia soto ayam kudus, sop buntut, rawon, dan lainnya untuk pilihan sup sepanjang pekan, sama halnya untuk makanan pembuka, hidangan utama, dan penutup. Sementara, di bagian camilan dan minuman khas, ada sinom, terbuat dari daun asam yang dikenal manfaatnya untuk kesehatan tubuh, bersama dengan wedang ronde, petulo, putu ayu, bubur ketan, dan banyak lagi.

Sejauh ini, respon para tamu sangat baik, terutama kalangan ekspatriat. "Ekspariat malah penasaran mencicipi masakan seperti ini, apalagi yang suka pedas. Karena Cafe Gran Via menyuguhkan hidangan mancanegara dan jarang ada menu-menu seperti ini," ungkapnya.

Keragaman masakan Jawa tersebut dapat Anda nikmati pada momen santap siang mulai pukul 11.30-15.00 WIB dan malam mulai pukul 18.00-21.30 WIB. Cafe Gran Via berada di lobi Gran Melia Hotel dengan menu a la carte internasional, sarapan, makan siang, dan makan malam, yang juga lengkap dengan dua ruangan privat dengan delapan kapasitas tempat duduk di setiap ruangannya dan 300 tempat duduk.

Ingin rafting gratis di Citarik? Buka link ini.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini