Orangtua Boleh Tegas, tapi Jangan Pakai Tangan

Raiza Andini, Jurnalis · Rabu 14 Mei 2014 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2014 05 14 196 985066 5TDGNrh2FX.jpg Seto Mulyadi (Foto : Feri/Okezone)

MEMBERI ketegasan pada anak harus pada tempatnya. Misalnya, saat anak berlari-lari di tengah jalan, Anda tidak boleh menegur dengan keras karena bisa membahayakan dirinya.

 

Pernyataan tersebut keluar dari bibir pemerhati anak, Seto Mulyadi. Dia mengatakan agar para orangtua tidak semena-mena dengan anak. Ketegasan bukan berarti berhak memukul atau memarahi tanpa diketahui kesalahannya dan dampak buruk bagi dirinya.

 

Pria ramah yang akrab disapa Kak Seto ini miris dengan pola pengajaran orangtua. Dia melihat bahwa definisi ketegasan salah pengertian.

 

“Kita boleh tegas pada anak saat dirinya bahaya, misalnya, bermain listrik itu kan bahaya, orangtua boleh memberi ketegasan tapi dengan cara yang baik,” katanya saat bertandang ke redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta, belum lama ini.

 

Menurutnya, para orangtua harus mengerti makna ketegasan. Jangan sampai, karena mengedepankan ketegasan semua harus menggunakan tangan agar anak mengerti apa yang dimaksudkan orangtua.

 

Dari sana dia menilai, permasalahan kekerasan yang timbul dari anak di bawah umur tumbuh akibat  orangtua yang mengedepankan kekerasan dalam memberi ketegasan pada anak.

 

“Harus diubah tegasnya versi seperti apa? Jangan pakai kekerasan, kalau bisa. Orangtua harus diubah pola pikirnya mengenai kekerasan. Banyaknya kasus kekerasan anak di bawah umur ya asal mulanya dari orangtua yang selalu menggunakan tangan dalam memberi ketegasan,” tutupnya. 

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini