Haruskah Narsis Pakai Selfie?

Winda Destiana, Jurnalis · Jum'at 16 Mei 2014 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2014 05 16 407 985782 Y8TQ53iJkU.jpg Akun Twitter Cumi MzToro (Foto: google)

BERFOTO saat liburan kerap dilakukan, bahkan fenomena selfie kian marak digunakan. Selfie pun bisa memakai kamera pocket, SLR atau bahkan smartphone. Pentingkah selfie itu?

Adanya kamera maupun era digital membuat wisatawan semakin asik menggunakannya untuk memamerkan hasil pelesiran mereka.

Istilah selfie pun kian marak. Fenomena ini bukan hanya menyerang wisatawan, namun melanda selebritas dunia sekalipun. Akan tetapi, menurut Cumi MzToro, travel blogger mengatakan seseorang yang memiliki hobi selfie termasuk ke dalam kelompok hidup tragis.

“Kenapa saya bilang tragis, karena kita hidup sebagai makhluk sosial. Hubungan sesama manusia harus dijaga. Kenapa harus selfie, kan bisa minta tolong dengan penduduk sekitar sekalian ramah tamah,” papar Cumi MzToro kepada Okezone di Jakarta.

Pemilik akun @Cumi_MzToro ini mengatakan bahwa selfie hanyalah membatasi perilaku sosialisasi dengan traveller lainnya yang mungkin berada di tempat si pelaku selfie berada.

Meski narsis saat pelesiran, ia mengaku tidak suka selfie. “Bahkan enggak pernah. Kalau mau foto di tempat wisata saya selalu minta tolong teman. Harus diakui saya memang narsis, tetapi tidak pernah selfie,” tegasnya.

Ia berpendapat bahwa sekalipun melakukan perjalanan seorang diri, kesempatan selfie jangan pernah dilakukan. Alangkah baiknya seorang traveller melakukan interaksi dengan orang lain.

Dengan meminta bantuan, mengajak ngobrol tentang tempat wisata tersebut akan lebih mengasyikan dibanding sibuk sendiri selfie.

“Arti perjalanan sesungguhnya adalah interaksi yang kita lakukan dengan orang lain di tempat wisata tersebut. Sekecil apapun itu,” tutupnya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini