nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jika Trauma Melahirkan Terlanjur Terjadi

Mom & Kiddie, Jurnalis · Senin 19 Mei 2014 09:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 05 19 483 986773 7w1LulZyA2.jpg (Foto: mmcoakridge)

SEBENARNYA, trauma persalinan bisa diminimalisasi, bahkan dihindari. Caranya dengan memperkecil keadaan darurat pada saat persalinan.

Pun disarankan agar Moms mengetahui semua informasi pertolongan persalinan yang biasa dilakukan dokter atau tenaga medis yang lainnya. Dengan informasi cukup, Moms lebih siap dan rasa takut akan dikurangi.

Tak ada salahnya bila sejak awal Anda mendiskusikan tindakan yang diinginkan bila mengalami persalinan sulit dengan dokter atau tenaga medis yang akan menolong persalinan Moms.

Berikut beberapa trauma melahirkan dan cara mengatasinya, seperti dipaparkan Fifi Febriani, M.Psi. dari Rumah Sahabat Kids & Family Consultant Jakarta.

Proses melahirkan yang lama dan menyakitkan

Banyak ibu yang masih mengingat rasa sakit akibat kontraksi dan proses kelahiran bayi  yang sangat lama. Trauma kesakitan saat proses melahirkan dan lamanya persalinan dapat memengaruhi keinginan menambah anak.

Yang dapat dilakukan: pahami bahwa hamil dan melahirkan meskipun melalui proses yang menyakitkan adalah pengalaman yang memberi kebahagiaan pada akhirnya. Anda sebagai perempuan dan ibu diberi anugrah bisa hamil dan melahirkan. Cari informasi dari berbagai sumber tentang cara mengurangi rasa sakit pada persalinan normal. Jika Anda memang sulit menghilangkan trauma sakit ini, segera cari bantuan psikolog.

Operasi sesar karena kondisi darurat

Banyak ibu yang melahirkan dengan cara operasi sesar merasa gagal menjadi seorang ibu. Karena merasa gagal, ia merasa tak mau hamil lagi karena takut tak bisa melahirkan secara normal. Padahal, operasi sesar seringkali dilakukan karena kondisi darurat baik ibu maupun bayinya. Selain itu, sebagian ibu merasakan sakit yang cukup hebat beberapa jam pascasesar dan pemulihan kondisi yang lebih lama daripada persalinan normal.

Yang dapat dilakukan: Perbanyak informasi tentang kehamilan dan proses melahirkan. Karena tak selalu proses kelahiran pertama melalui operasi sesar, pasti akan sesar lagi pada kelahiran berikutnya. Anda pun bisa melahirkan secara normal meski pernah sesar. Konsultasikan pada dokter.

Bayi lahir dengan kondisi tidak normal/membutuhkan perawatan intensif

Bayi lahir cacat, sakit berat, meninggal, dan sebagainya, dapat menimbulkan trauma. Ibu merasa khawatir takut bayinya tidak bisa hidup normal atau tumbuh baik seperti bayi lain umumnya.

Yang dapat dilakukan: Konsultasikan lebih intensif dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Berusahalah menerima hal/kenyataan yang terjadi dengan ikhlas/lapang dada. Berdoa adalah salah satu hal yang dapat memberi ketenangan. Dengan sering berdoa, hati akan lebih tenang. Dukungan keluarga dan orang-orang terdekat juga sangat diperlukan.

Tenaga medis kurang mendukung proses kelahiran dengan nyaman

Saat proses melahirkan Anda merasa diperlakukan buruk oleh tenaga medis ataupun pihak rumah sakit, bisa jadi menimbulkan trauma. Ditambah lagi pelayanan rumah sakit yang dirasa kurang baik.

Yang dapat dilakukan: jangan samaratakan perlakuan rumah sakit atau tenaga medis tersebut. Tidak semua orang merasa mendapatkan perlakuan sama dengan Anda saat menjalani proses persalinan. Cari informasi sebanyak mungkin agar bisa menentukan rumah sakit yang bisa memenuhi atau menanggapi keinginan Anda dengan sikap yang baik selama proses melahirkan.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini