Kontrasepsi Implan Satu Batang Kini Lebih Praktis

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Jum'at 06 Juni 2014 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2014 06 06 483 995066 8pbygzaKX5.jpg Ilustrasi pemasangan implan (Foto: thetimes)

MENGENAI kontrasepsi implan, saat ini sudah tersedia implan dalam bentuk satu batang sehingga lebih praktis. Begitupun pilihan IUD.

Implan, kontrasepsi berbentuk batang berukuran kurang dari 3 cm ini akan dimasukkan ke kulit bagian dalam lengan untuk mencegah kehamilan selama tiga tahun. "Jika diimplankan secara benar, metode kontrasepsi implan ini memiliki efektivitas sampai 99 persen dengan tingkat kegagalan hanya 1 dari 100 wanita yang menggunakannya," kata kata Prof Biran Affandi, Sp.OG, anggota Dewan Kontrasepsi Asia Pasifik (Asia Pacific Council on Contraception), dalam keterangan tertulis kepada Okezone, Jumat (6/6/2014).

Menurutnya, implan merupakan alat kontrasepsi yang praktis dan efektif. Dengan implan, tidak ada lagi faktor lupa dan sangat cocok untuk wanita yang tak bisa menerima asupan hormon esterogen tambahan. Alat kontrasepsi implan satu batang sama efektif dengan IUD atau spiral.

"Ini adalah salah satu metode kontrasepsi efektif jangka panjang, implant efektif mencegah kehamilan selama 3 tahun. Tingkat kegagalan lebih sedikit dibanding IUD. Sementara alat KB berupa pil dan suntikan sifatnya jangka pendek dan kerap gagal, karena faktor lupa," ungkapnya.

Penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang juga lazim dipergunakan di negara lain, mengacu data National Survey of Family Growth yang dirilis beberapa waktu lalu, para peneliti menemukan, sekitar 60 persen wanita Amerika Serikat (AS) menggunakan metode kontrasepsi yang efektif.

Sebuah studi baru bertajuk “Effectiveness of Long-Acting Reversible Contraception” oleh Winner et al, di New England Journal of Medicine. Studi tersebut menyebutkan, sekira 50 persen dari kehamilan yang tidak diinginkan di AS akibat pemilihan kontrasepsi yang tidak konsisten dan tidak benar.

Para peneliti juga mencatat, bahwa penggunaan kontrasepsi jangka panjang reversibel (Long-Acting Reversible Contraception/LARC), seperti implan atau IUD, jauh lebih umum di negara-negara maju selain AS.

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), juga melihat efektivitas kontrasepsi jangka panjang, seperti implan satu batang efektif dibandingkan dengan alat kontrasepsi lain yang sama-sama punya metodologi jangka panjang, seperti IUD atau spiral. Selain lebih efektif, implan satu batang proses pemasangannya lebih mudah. Oleh karena itu, tahun 2013 lalu, implan satu batang dapat dinikmati oleh 10 provinsi penyangga.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini