Share

Biarkan Anak Aman & Nyaman Bermain Kotor

Mom & Kiddie, Jurnalis · Sabtu 21 Juni 2014 22:44 WIB
https: img.okezone.com content 2014 06 21 196 1002281 Z9zRn9G6vT.jpg Biarkan anak main kotor (Foto: quest)

BERMAIN di hamparan pasir pantai? Wah, pasti menyenangkan. Umumnya anak-anak menyukainya.

Namun, ketika Moms mengajak si kecil bermain di pantai-berharap ia akan menikmati berkotor-kotoran di atas hamparan pasir atau dan asyik membuat kastil dari gundukan pasir atau Moms mengajaknya bermain di lumpur dalam suasana pedesaan yang asri dan sejuk, apa yang terjadi? Si kecil malah enggan dengan alasan jijik, takut kotor, dan sebagainya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Bahkan, saat Moms memberinya nasi, biskuit, roti coklat atau buah, si kecil enggan belajar makan sendiri karena tak mau tangan, mulut atau bajunya berlepotan makanan. Duh, bagaimana ini?

Eksplorasi

Menurut Ristriarie Kusumaningrum, M.Psi, kondisi anak merasa jijik dengan menghindari suatu objek atau kondisi yang membuatnya tidak nyaman banyak dipengaruhi oleh pengalaman anak tersebut sebelumnya. Anak-anak pada usia batita sekitar 1-2 tahun merupakan petualang ‘sejati’. Maksudnya adalah mereka senang sekali mengeksplorasi lingkungan termasuk hal yang menurut orang dewasa kotor.

Ketika anak melihat lingkungan dan orang terdekatnya cepat memberikan respons larangan setiap kali ia mendekati objek yang kotor maka anak pun akan belajar untuk menghindari objek tersebut. Demikian juga ketika ia melihat orang-orang terdekatnya melakukan hal yang sama, sehingga anak dengan mudahnya mencontoh hal yang sama, yaitu menghindari objek yang kotor sesuai dengan role model yang ia lihat dan ketahui.

“Pada usia batita, anak belajar mengenal lingkungannya melalui eksplorasi. Eksplorasi yang dimaksud adalah anak akan mencoba mengetahui dan belajar menyerap hal baru dengan merasa dan mencoba," katanya.

"Jadi, besar kemungkinannya anak akan mencoba sesuatu obyek dengan memasukkan ke dalam mulut sehingga ia mengetahui sebenarnya tekstur dan rasa dari obyek tersebut. Anak batita belum mengetahui batasan kotor seperti orang dewasa. Jadi ia tahu hal itu namanya kotor ketika ada orang lain yang memberitahunya,” ujar Ristriarie.

Kenalkan

Sebenarnya memperkenalkan kata “kotor” kepada anak bisa dilakukan pada usia 1 tahun ke atas ketika daya serap dan perkembangan bahasanya sudah terlihat lebih berkembang. Moms dapat mulai mengenalkan melalui cerita maupun gambar atau tindakan langsung ketika orangtua ingin memperkenalkan kata “kotor” untuk anak. Jelaskan juga yang dimaksud kotor agar lebih jelas.

Biasakan “Kotor”

Kadang perlu juga membiasakan si kecil agar ia tidak takut kotor dan terbiasa dalam kondisi/keadaan kotor (yang positif) baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Sesuatu hal yang baru akan menjadi biasa ketika kita berulang kali melakukannya. Dibandingkan dengan membiasakan anak bermain hanya di dalam rumah dengan gadgetnya atau di mal, maka orangtua dapat mengajak anak untuk bermain dan bertualang di alam terbuka.

Ajak si kecil bermain ke tempat-tempat yang memang banyak melibatkan ruangan terbuka, pepohonan, pasir, air, gunung atau alat permainan yang diletakkan di tempat terbuka seperti monkey bar, perosotan, ayunan dan lain-lain.

Ditolerir

Orangtua mana yang tak senang melihat si kecil sudah peduli pada kebersihan. Tapi sejauh mana masih dapat ditolerir perihal perilaku anak yang senang kebersihan secara berlebihan?

Sikap dan perilaku anak yang masih bisa ditolerir adalah ketika anak hanya mencuci tangan atau membersihkan diri ketika memang ia sudah selesai bermain kotor. Kalau anak terlalu sering membersihkan tangan atau badannya setiap kali ia terkena sedikit kotoran atau debu atau pasir, maka orangtua perlu untuk memantau dan merefleksikan diri kembali.

Kotor yang aman buat anak tentunya permainan yang memang memiliki tujuan dan orangtua mengetahui bahwa bermain kotor dengan obyek tersebut tidak akan menimbulkan penyakit atau alergi tertentu.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini