nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kimia Farma Tegaskan Tak Lagi Jual Obat Dekstro

Ainun Fika Muftiarini, Jurnalis · Senin 30 Juni 2014 20:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 06 30 482 1006217 GLIgcgVMYB.jpg Cermat memilih obat (Foto: USAtoday)

BEBERAPA apotek di Jakarta sudah menghentikan penjualan obat yang mengandung dekstrometorfan, menyusul keputusan Badan Pengendalian Obat dan Makanan (BPOM). Tak terkecuali dengan apotek di bawah bendera PT Kimia Farma.

Hal ini dikonfirmasi Farida Astuti, Corporate Secretary PT Kimia Farma. Kendati belum melakukan pengecekan secara langsung, Farida memastikan bahwa produk tersebut sudah tidak dijual lagi di seluruh apotek Kimia Farma.

"Iya, kami sudah menarik produk dextro sesuai SK BPOM," katanya, dalam rilis yang diterima Okezone, Senin (30/6/2014).

Menurutnya, dampak kebijakan tersebut berpengaruh terhadap target penjualan dextro. Namun, itu tidak signifikan terhadap kinerja perusahaan.

"Dekstro kebanyakan salah dalam penggunaannya. Jadi, kita ikuti saja peraturan yang dikeluarkan pemerintah," ujarnya.

Lebih lanjut, penggunaan Dekstro saat ini wajib menggunakan resep asli dari dokter. Hal ini juga didasarkan pada SK Menteri Kesehatan No 9548/A/SK/71 tahun 1971 tentang batas penggunaan dekstrometorfan sebagi obat tidak boleh lebih dari 16 mg.

"Resepnya harus resep asli, bukan copy," tegasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan surat edaran BPOM, obat yang mengandung dekstrometorfan sediaan tunggal memiliki efek sedatif-disosiatif. Obat tersebut banyak disalahgunakan, namun jarang digunakan untuk terapi di kalangan medis.

Obat mengandung dekstrometorfan tunggal dalam dosis yang ditetapkan dapat memberikan efek terapi. Namun, penggunaan dalam dosis tinggi menimbulkan efek euforia dan halusinasi penglihatan maupun pendengaran. Intoksikasi atau overdosis dekstrometorfan dapat menyebabkan hipereksitabilitas, kelelahan, berkeringat, bicara kacau, hipertensi, dan mata melotot (nystagmus). Apalagi, jika digunakan bersama dengan alkohol, efeknya bisa sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini