Sumur Air Tawar di Pantai Celong Peninggalan Mbah Nurul Anom

Eddie Prayitno, Jurnalis · Senin 14 Juli 2014 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 14 427 1012477 8lKYBYenRW.jpg Sumur Trinilan peninggalan Mbah Nurul Anom di Batang, Jateng (Dok: Eddie P/Sindo TV)

BATANG - Keindahan Pantai Celong yang terletak di Dukuh Plabuan, Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjadi lengkap dengan keberadaan sebuah sumur yang airnya tawar. Padahal letak sumur tersebut hanya tiga meter dari bibir pantai.

Tak heran bila sumur peninggalan tokoh Islam, Mbah Nur Anam atau biasa disebut Mbah Nurul Anom oleh warga sekitar, itu kerap didatangi warga. Lokasinya berada tepat di depan Masjid Nurul Huda.

Sekilas tidak ada yang menonjol dari Sumur Trinilan tersebut. Warga setiap hari mengambil airnya untuk kebutuhan masak dan minum. Sumur tersebut menjadi istimewa karena airnya tawar. Padahal air sumur di rumah warga yang lokasinya lebih jauh dari pantai masih terasa asin. Sumur Trinilan selalu dijaga warga sekitar sehingga kualitas airnyanya masih terjaga.

Tasyono, warga sekitar, Senin (14/7/2014), menceritakan, sumur tersebut merupakan peninggalan Mbah Nurul Anom. Mbah Nurul Anom lahir di Desa Geritan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, pada 1650 Masehi.

Ayahnya adalah Muhammad Nur atau Prabu Bahurekso yang garis keturunannya ke atas sampai kepada Sunan Ampel.

Selain warga, sumur tersebut juga kerap didatangi peziarah. Bahkan ada yang datang dari Semarang, Demak, Pati, Jepara, dan luar Jawa Tengah. Mereka mengambil air dari sumur tersebut karena diyakini membawa keberkahan.

Menurut Tasyono, sumur tersebut sudah ada sejak puluhan tahun. Airnya tidak pernah surut meski kemarau panjang.

Sumur tersebut juga merupakan satu-satunya sumber air di sekitar Pantai Celong.

Letak Pantai Celong yang jauh dari akses kendaraan umum menjadikan lokasi tersebut terlihat masih asri. Selain sumur tersebut, Pantai Celong juga dikenal dengan keindahan deburan ombaknya.

Para peziarah biasanya datang ke lokasi tersebut menggunakan kereta api. Ada kereta yang setiap hari berangkat dari Semarang, Weleri, dan Pekalongan. Lokasi sumur tersebut tak jauh dari Stasiun Plabuan.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini