nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologis Meninggalnya Erwin ketika Diving di Pulau Pari

Johan Sompotan, Jurnalis · Selasa 15 Juli 2014 15:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 07 15 407 1013109 AwLihJezZA.jpg Diving di Pulau Pari Telan Korban! (Foto:aquaticdreamsdiving)

MENINGGALNYA penyelam Erwin Wijaya (38) di Pulau Pari, Kepulauan Seribu masih menimbulkan spekulasi. Lalu, seperti apakah kronologis kejadian sesungguhnya?

Dunia diving sedang berduka, terlebih diving asal Jakarta harus menghembuskan nafasnya akibat tersangkut di karang karena melakukan diving bersama enam rekannya di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. (baca:diving di Pulau Pari telan korban)

Berikut kronologis yang berhasil didapatkan Okezone dari keterangan dari pihak Kepolisian Kepulauan Seribu seperti diutarakan Ketua Umum TRAMP, Hendrata Yudha:

1. Kejadian bermula saat korban bersama rekannya di hari Minggu, 13 Juni 2014 sekira pukul 07.30 WIB, bertolak dari Pantai Mutiara menuju Pulau Pari, Kepulauan Seribu untuk melakukan fun diving. Mereka menggunakan Kapal Sea Baby 8 milik rekan Edwin.

2. Sekira pukul 09.00 WIB, warga Jalan Taman Sari XI, Jakarta Barat bersama rekannya tiba di perairan Pulau Pari. Sebelum menyelam, sang pemandu, Budi Cahyono, memberikan petunjuk diving. Bahkan, korban tidak melakukan pengecekan soal kesehatan.

"Sebelum melakukan diving, adalah hal wajib melakukan pengecekan kesehatan sebab kedalaman air di laut cukup membuat tubuh sedikit terhempit," jelasnya kepada Okezone, Selasa (15/7/2014).

3. Pukul 09.30 WIB, fun diving dimulai. Disini, memang terjadi persoalan pada peralatan diving Edwin. Dimana, jaket pelampungnya masih terisi udara sehingga korban tidak dapat turun ke dalam air.

4. Budi Cahyono membantu membuang udara dengan menekan salah satu tombol. Edwin pun dapat turun ke dalam air untuk bersatu dengan rekan-rekannya. Selama turun, sang pemandu naik ke atas kapal dan memerintahkan nakhoda untuk melego jangkar. Naas, ketika pemandu kembali turun ke dalam air, Edwin hilang. (baca:diduga korban tak didampingi diving master)

5. Pukul 11.00 WIB, Budi Cahyono melaporkan ke Pos Polisi Pulau Pari. Saat itu Brigadir Majid yang bertugas. Barulah pukul 11.30 WIB, Budi Cahyono serta dua penyelam menyisir guna melakukan pencarian di sekitar lokasi hilangnya Edwin.

6. Edwin ditemukan tertelungkup di dasar laut, tepatnya tersangkut di karang dalam keadaan meninggal sekira pukul 11.45 WIB. Amunanto mengatakan, hingga saat ini tidak ada yang ditetapkan menjadi tersangka. Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap kawan-kawan Edwin sekaligus pemandu serta dua anak buah kapal tersebut untuk mengumpulkan bukti-bukti.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini