Pesona Masjid Bertiang Satu di Tuban

Pipiet Wibawanto, Jurnalis · Selasa 15 Juli 2014 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 15 427 1013000 z9fjMzB2cn.jpg Masjid An-Nur Nurul Miftahussofyan (foto: http://calonesuwargo.blogspot.com)

TUBAN - Bangunan Masjid An-Nur Nurul Miftahussofyan yang berada di Dusun Gomang, Desa Laju Lor, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dianggap unik bila dibandingkan dengan masjid pada umumnya.

Masjid yang berdiri di lingkungan Pondok Pesantren Wali Songo, Gomang, itu juga memiliki kedalaman filosofi simbol religi. Masjid yang dibangun 1994 itu hanya bertumpu pada satu tiang besar pohon jati setinggi 27 meter.

Tinggi tiang itu ternyata memiliki arti yaitu menunjukkan hijrah Nabi Muhammad saat isra mikraj pada 27 Bulan Rajab. Selain itu, jumlah pintu sebanyak lima unit memiliki simbol salat lima waktu yang harus dikerjakan dan rukun salat.

Tak hanya itu, detail bangunan penyangga masjid memiliki sembilan buah, termasuk tiang utama merupakan simbol jumlah para wali penyebar agama islam di tanah jawa.

Area bangunan masjid memiliki panjang hingga empat puluh meter, disimbolkan usia Nabi Muhammad SAW saat menerima wahyu dari Allah. Sedangkan lebar masjid yaitu 17 meter, menggambarkan waktu turunnya Alquran atau hari ke 17 bulan Ramadan.

Pengasuh Ponpes Walisongo, Kiai Haji Noer Nasroh Hadiningrat, mengatakan, tiang utama masjid ini didirikan dengan cara di luar nalar. Berkaca pada ajaran wali songo, pembangunan masjid diputuskan pada hari Minggu.

Sebagai tahap awal, tiang utama masjid sepanjang 27 meter ini dipastikan membutuhkan cara dan tenaga lebih, namun sebelum hari h, pengasuh ponpes ini mendirikan tiang utama tanpa bantuan siapa pun.

Pembangunan masjid ini pun terbilang mudah meski tidak menggunakan alat berat untuk mendirikan tiang penyangga. Istilah pendirian masjid yang di luar nalar tersebut disebut dengan Bollah atau dalam bahasa jawa artinya benang.

“Disebul gusti Allah dalam Bahasa Indonesia artinya ditiup oleh Allah. Keunikan masjid ini akhirnya dikenal oleh masyarakat tuban,” tuturnya.

Hingga kini, masjid yang berada di lingkungan ponpes masih dikenal keunikannya. Dalam kesehariannya, masjid menjadi tempat ibadah dan dakwah bagi para santri ponpes dan masyarakat sekitar.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini