Alasan Diabatesi ''Haram'' Puasa saat Gula Darah Tinggi

Qalbinur Nawawi, Jurnalis · Kamis 17 Juli 2014 11:55 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 17 486 1013997 pgpTDIAPkp.jpg Alasan diabatesi ''haram'' puasa saat gula darah tinggi, (Foto: xbodyconcepts)

MENJALANI puasa Ramadan, bagi penderita diabetes atau diabetesi memang diperbolehkan. Namun, "haram" hukumnya jika kondisi gula darah sedang tinggi.

 

Menurut Dr Benny Kurniawan, Marketing Manager PT Roche Indonesia, jika diabetesi memaksakan diri berpuasa, maka akan memicu kejadian yang fatal atau penyakit baru. Nyatanya, diabetesi dengan kadar gula darah di atas 300 mg/dl tidak boleh berpuasa. Pasalnya, saat gula darah tinggi, lemak tubuh akan dibakar secara drastis. (Baca: Jangan langsung makan besar usai konsumsi takjil)

 

“Hasilnya, akan menciptakan pecahan, dimana tidak hanya energi yang dihasilkan tapi juga keton (racun-red). Dari keton ini, akhirnya bisa timbul komplikasi yang berat," katanya dalam acara bertema “4 Sehat 5 Teratur Selama Berpuasa bagi Diabetesi” bersama Accu-Chek di Crown Plaza, Jakarta, Rabu, 16 Juli 2014. (Baca: Mengintip proses kemampuan bayi bicara)

 

Untuk berpuasa, diabetesi harus lebih dulu menurunkan kada gula darahnya. Caranya dengan mengurangi konsumsi asupan manis dan olahraga selama 30 menit selama empat sampai lima hari dalam sepekan.

 

"Patokannya, turunkan gula darah di bawah 300 mg/dl. Nah, setelah itu sudah boleh puasa," pungkasnya.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini