Lima Fakta Bercinta Selama Hamil yang Perlu Anda Ketahui

Restika Ayu Prasasty, Jurnalis · Minggu 10 Agustus 2014 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 10 24 1022488 uhCWGGCrqt.jpg Bercinta selama hamil (Foto:Telegraph)

HANYA karena Anda sedang mengandung, tidak berarti libido Anda jadi turun. Bahkan, Anda merasa lebih bergairah berkat lonjakan hormon kehamilan. Tapi setiap kali Anda melakukan hubungan seks ketika hamil dengan pasangan, pasti terasa seperti ada sesuatu yang besar di antara Anda berdua.

Berikut adalah tip mendapatkan seks terbaik saat hamil, seperti dilansir Women'shealthmag.

Beberapa posisi lebih baik dari posisi lainnya

Woman on top dan doggy style adalah posisi paling nyaman dan hebat saat bercinta di masa kehamilan. (Pastikan Anda saat melakukan doggy style tidak ada yang memukul perut atau memberi tekanan pada punggung bawah.) Tapi posisi spooning juga tidak salah. Posisi ini tidak hanya nyaman bagi Anda dan pasangan, tetapi juga memungkinkan untuk melakukan koneksi yang hangat dan intim dengan sedikit gerakan. Posisi misionaris oke saja dilakukan selama trimester pertama dan awal trimester kedua, tetapi Anda harus memensiunkannya pada masa kehamilan sekitar 16-20 minggu (ketika Anda harus menghindari tidur telentang). Posisi misionaris dapat menyebabkan rahim menekan vena kava dan mengurangi aliran darah dari tubuh bagian bawah ke jantung Anda.

Anda lebih seksi dari yang Anda pikirkan

Jangan heran jika pasangan Anda tidak dapat melepaskan tangannya dari Anda. Selain wajah yang tampak lebih bercahaya dan payudara yang lebih besar, perempuan hamil juga terlihat lebih menarik karena itu adalah tanda pokok kesuburan. Pria secara alami lebih tertarik pada wanita ketika mereka sedang dalam masa yang paling subur. Jadi ingatlah hal tersebut saat Anda merasa tidak seksi ketika hamil.

Bercinta ketika hamil secara aman

Berhubungan seks selama kehamilan aman, selama Anda merasa nyaman. Dokter hanya melarangnya dalam situasi medis tertentu, seperti dengan placenta previa (ketika sebagian atau seluruh plasenta menutupi pembukaan di serviks Anda), persalinan prematur, atau membran yang pecah terlalu cepat. Jika Anda khawatir, Anda bisa selalu menghubungi dokter kehamilan Anda.

Jangan melakukan eksperimen seks

Jangan mencoba terlalu banyak langkah seks baru selama kehamilan. Biarkan eksperimen dilakukan setelah Anda melahirkan.

Orgasme di masa kehamilan jadi lebih intens

Penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil dapat mengalami orgasme yang lebih kuat karena meningkatnya sensitivitas di ujung-ujung saraf dan peningkatan tingkat hormon oksitosin. Ketika hamil, peningkatan aliran darah ke daerah panggul bisa memberikan orgasme yang lebih besar dan lebih baik.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini