Londa, Desa Makam Tebing Batu yang Dingin

Winda Destiana, Jurnalis · Kamis 14 Agustus 2014 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 14 407 1024527 pvNaxjqtUU.jpg Londa, desa makam tebing batu yang dingin (Foto: Winda/Okezone)

PADA hujan rintik-rintik, serta menuruni sebuah tangga yang sedikit curam dan licin, di depan sana nampak peti mati bertumpuk di dalam setiap celahnya.  

Bukan hanya peti mati saja, namun juga berderet patung kayu manusia lengkap dengan pakaian berjejer rapi di dinding tebing yang dipahat ibarat jendela sebuah rumah. Di balik makam gantung ini, tersimpan beberapa makam yang sudah berusia ratusan tahun lamanya.

 

Londa, sebuah gua pemakaman suku Toraja yang telah sukses menarik perhatian banyak wisatawan untuk datang ke dalamnya. Kawasan ini semakin populer dan selalu didatangi oleh ratusan wisatawan baik asing maupun lokal.

 

Pemakaman yang kini telah menjadi objek wisata ini berada di Desa Sandan Uai, Sanggalagi, Toraja Utara. Lokasinya terletak sekitar 7 km dari selatan Rantepao, pusat pariwisata, dan akomodasi bagi wisatawan.

 

Pastikan sebelum masuk ke kawasan ini, Anda meminta pemandu wisata lokal untuk menemani, serta memberi penjelasan. Jangan lupa pula untuk membawa lentera karena di dalam goa tanpa penerangan.

 

Sesampainya di depan goa, Anda akan melihat pemandangan berupa tengkorak, bahkan tulang belulang manusia yang berserakan di mana-mana. Goa makam Londa ini memiliki kedalaman hingga 1.000 meter. Di dalam menelusuri goa ini Anda perlu berhati-hati karena banyak stalagtit dan stalagmit.

 

Anda juga berhati-hati karena di beberapa bagian gua hanya sekitar 1 meter dan Anda perlu membungkuk untuk sampai ke tempat selanjutnya. Selama berada di dalam, jangan pernah Anda menyentuh atau mengambil tulang belulang yang berserakan. Satu hal lagi, sebelum berkunjung ke Londa, Anda harus memohon izin dengan membawa sirih pinang atau kembang.

 

Apabila ada peti mati yang jatuh karena rapuh dari tebing tempatnya semula diletakkan, maka tulang, tengkorak, atau apa pun yang berhubungan dengan mayat tersebut tidak boleh dipindahkan tanpa persetujuan adat dan serangkaian upacara adat Toraja. Oleh karena itu, jangan sampai Anda menggeser sedikit pun tulang ataupun tengkorak yang ada di sana.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini