Sebelum Dikubur, Mayat Orang Toraja Disimpan di Lumbung

Winda Destiana, Jurnalis · Jum'at 15 Agustus 2014 07:56 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 15 407 1024813 QYepcLKhx8.jpg Sebelum dikubur, mayat orang Toraja disimpan di lumbung (Foto: Winda/Okezone)

ADA tradisi unik dan hanya ada satu di dunia, tradisi pemakaman orang Toraja. Sebelum dikubur, mayat mereka terlebih dahulu disimpan di lumbung.

Mayat orang mati masyarakat Toraja tidak langsung dikuburkan, tetapi disimpan di rumah tongkonan. Agar mayat tidak berbau dan membusuk, maka dibalsem dengan ramuan tradisional yang terbuat dari daun sirih dan getah pisang.

Sebelum upacara penguburan, mayat tersebut dianggap sebagai “orang sakit” dan akan disimpan dalam peti khusus. Peti mati tradisional Toraja disebut erong yang berbentuk kerbau (laki-laki) dan babi (perempuan). Sementara untuk bangsawan berbentuk rumah adat.

Sebelum upacara penguburan, mayat juga terlebih dulu disimpan di alang sura atau lumbung padi selama tiga hari. Lumbung padi tersebut tiang-tiangnya dibuat dari batang pohon palem (bangah) yang licin, sehingga tikus tidak dapat naik ke lumbung.

Di bagian depan lumbung, terdapat berbagai ukiran, antara lain bergambar ayam dan matahari  yang merupakan simbol untuk menyelesaikan perkara. Begitu unik dan tradisional, hingga kini masyarakat Toraja masih melakukannya. Mereka betul-betul menjaga bentuk kearifan lokal dan berupaya terus melestarikannya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini