Lanskap Tongkonan Ratusan Tahun di Desa Kete Kesu

Winda Destiana, Jurnalis · Jum'at 15 Agustus 2014 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 15 407 1025025 X9o8Z6gWvM.jpg Museum Tongkonan (Foto: Winda/Okezone)

TAK lengkap jika berada di Toraja tidak bertandang ke desa Ketu Kesu. Pasalnya, di sini Anda akan melihat potret lanskap Tongkonan ratusan tahun.

 

Begitu menjejakkan kaki di Kete Kesu, deretan rumah adat (Tongkonan) tampak berbaris rapi berhadap-hadapan dengan lumbung beras (alang). Alang ini mirip dengan Tongkonan, hanya saja ukurannya sedikit lebih kecil.

Bentuk Tongkonan sangat khas mengingat bangunan ini memiliki atap yang besar dan tinggi menjulang, berbentuk seperti tanduk kerbau atau perahu. Atap-atapnya terbuat dari bambu belah yang disusun bertumpuk mengadopsi konsep lego.

Akan tetapi, beberapa Tongkonan juga beratapkan seng. Ukiran indah khas Toraja menghiasi dinding Tongkonan berpadu bersama tumpukan tanduk kerbau yang menjadi penanda status pemilik rumah.

Kete Kesu juga menjadi potret lengkap kehidupan masyarakat Tana Toraja yang masih menjunjung tinggi adat dan istiadat warisan leluhur mereka. Wisata alam, budaya, dan sejarah adalah beberapa suguhan yang dapat Anda temukan di tempat ini.

Kete Kesu juga terkenal dengan seni ukiran bambu, seni pahat, dan kerajinan tradisional. Selain itu, daya tarik lain dari Kete Kesu adalah terdapatnya tongkonan asli dan hanya ada di sini.

Tongkonan ini memiliki pintu yang dibuka ke atas. Bahkan, desa kecil ini juga disebut sebagai desa dengan kebudayaan megalitik yang paling lengkap di Tana Toraja.

Keindahan alamnya dikepung pegunungan, hamparan sawah yang luas terbentang, serta barisan rumah adat yang usianya mencapai lebih dari 900 tahun. Setiap rumah adat di sini berhadap-hadapan dengan lumbung padi yang berukuran lebih kecil.

Ada juga makam-makam tua yang menyimpan pesona mistis tersendiri, menilik berbagai kerajinan pahatan yang unik dan rumit tapi indah. Nikmati juga serangkaian ritual dan upacara adat yang masih dipertahankan sebagai pesona wisata di Kete Kesu.

Kete Kesu telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya dan merupakan pusat dari berbagai perayaan atau upacara adat Toraja. Beberapa upacara tersebut di antaranya pemakaman secara adat yang dirayakan secara besar-besaran dan meriah (Rambu Solo), upacara memasuki rumah adat baru (Rambu Tuka), serta berbagai ritual atau atraksi yang menyertainya.

Untuk memasuki kawasan cagar budaya Kete Kesu, Anda hanya perlu membayar biaya sebesar Rp10.000 (wisatawan lokal) dan Rp20.000 (wisatawan asing). Harga yang sangat murah untuk sebuah perjalanan wisata lintas budaya dan masa.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini