Pasar Bolu, Hanya Ada Satu Minggu Sekali di Rantepao

Winda Destiana, Jurnalis · Sabtu 16 Agustus 2014 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 16 407 1025449 DH7Ap46uzr.jpg Suasana di Pasar Bolu

RANTEPAO memiliki pasar tradisional yang hanya ada sekali dalam seminggu, yaitu Pasar Bolu. Pasar ini terletak sekira 2 kilometer di timur laut Rantepao.  

Pasar tersebut adalah salah satu tempat di Rantepao yang menarik untuk dikunjungi dimana banyak dijual kerbau dan babi untuk memenuhi kebutuhan upacara pemakaman secara adat. Selain hewan, pasar ini lebih dikenal oleh kalangan wisatawan untuk mendapatkan oleh-oleh berupa kopi khas Toraja berjenis robusta dan arabika yang juga dijual di pasar ini.

 

Selain itu, produk hasil bumi seperti rempah-rempah, sayur, buah-buahan juga banyak dijual di pasar ini. Kabarnya, omset pasar tradisional ini pada hari pasar dapat mencapai kisaran milyaran rupiah. Pasar ini merupakan pusat perdagangan dua kabupaten besar di Toraja, Tana Toraja (Makale) dan Toraja Utara (Rantepao).

 

Pasar Bolu sudah terkenal sebagai tujuan wisata yang menarik dan unik untuk dikunjungi. Pasar ternak, demikian pasar ini juga dikenal, merupakan pusat penjualan kerbau dan buka sekali dalam 6 hari (sesuai jadwal hari pasar). Selain kerbau, babi juga dijual di pasar ini, hanya saja jumlahnya lebih sedikit. Sayur, buah-buahan, kopi, dan komoditi hasil bumi lainnya juga dapat ditemukan di pasar ini.

 

Pada saat hari pasar, jumlah kerbau yang diperjualbelikan dapat mencapai 500 ekor, apalagi saat akan diadakannya upacara-upacara adat. Selain banyaknya kerbau yang diperjualbelikan, pasar ini pun akan dipenuhi pengunjung, baik masyarakat lokal maupun wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin menyaksikan secara dekat kehidupan sebuah pasar ternak besar yang hanya ada di Toraja.

 

Adapun harga kerbau yang diperjualbelikan mulai dari Rp5 juta hingga ratusan juta rupiah. Warna dan ukuran tubuh kerbau adalah tolak ukur penentuan harga. Kerbau kecil berwarna hitam akan dihargai sekira Rp5 juta, kerbau hitam dengan ukuran agak besar berkisar Rp10-15 juta. Sementara itu, kerbau berwarna belang (Tedong Bonga), yang merupakan salah satu komoditas unggul, dapat dihargai puluhan juta rupiah. Sedangkan kerbau albino yang terbilang langka dapat dihargai lebih mahal lagi hingga mencapai ratusan juta rupiah.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini