nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Indikasi Bumil Hadapi 'Harga Mati' untuk Sesar

Mom & Kiddie, Jurnalis · Minggu 17 Agustus 2014 13:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 08 17 483 1025703 GtWcwMTBwC.jpg Dua keadaan 'memaksa' bumil melahirkan secara sesar (Foto: thehealthsite)

SERINGKALI operasi sesar dipilih untuk mengikuti tren, menghindari rasa sakit atau menyesuaikan dengan tanggal lahir yang diinginkan. Tapi, ada kalanya bumil tidak bisa melahirkan normal karena alasan medis.

Disebutkan juga operasi sesar berisiko terhadap ibu dan bayinya, tapi ada saatnya operasi sesar justru bisa menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya, misal terjadi komplikasi saat melahirkan. Berikut adalah beberapa kondisi kehamilan yang memerlukan operasi sesar! Simak penjelasan dr. Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG berikut.

Macam-macam Indikasi

1. Indikasi absolut operasi Seksio Sesarea. Yaitu, kondisi kehamilan yang mutlak memerlukan operasi sesar, dimana tidak ada pilihan lain selain operasi. Indikasi ini terbagi menjadi dua, yaitu:

Indikasi Ibu

- Plasenta previa dimana jika ari-ari menutupi jalan lahir.

- Bila terjadi perdarahan sebelum proses melahirkan. Bila perdarahan disebabkan oleh plasenta previa totalis (kondisi yang berkaitan ketika ari-ari menutupi seluruh jalan lahir), dan atau solusio/abruption placentae (lepasnya plasenta sebelum janin lahir).

- Janin letak lintang jika posisi janin melintang dalam rahim.

- CPD/Cepalopelvik Disproportion, yaitu kepala janin lebih besar dari panggul ibu atau panggul sempit.

Kelainan jantung tertentu pada bumil.

Obstruksi pada jalan lahir misalnya tumor pada jalan lahir.

- Eklampsia gravidarum.

- Distosia, yaitu persalinan tidak maju. Terjadi hambatan pada perjalanan persalinan, misalnya pembukaan tidak bertambah atau tidak terjadi penurunan kepala dengan kontraksi yang cukup dalam waktu tertentu. Kemungkinan memang janin tidak dapat lahir normal sehingga harus dilakukan operasi sesar.

- Riwayat operasi sesar 2 kali atau lebih karena berisiko rupture/robek pada bekas luka operasi sesar di rahim.

- Riwayat operasi pada rahim misalnya mioma uteri. (Baca: Jika Caesar Menjadi Pilihan)

Indikasi Janin

Diantaranya; kelainan atau cacat bawaan janin yang tidak memungkinkan dilahirkan secara normal, gawat janin sebelum pembukaan lengkap sehingga janin belum dapat dilahirkan normal segera meski dengan bantuan vakum atau forcep, janin sungsang preterm (prematur), janin lintang, prolaps tali pusat (keluarnya tali pusat dari leher rahim).

2. Indikasi relatif operasi Seksio Sesarea. Yaitu suatu kondisi dimana dapat saja dilakukan persalinan normal namun dengan risiko terjadinya suatu komplikasi. Indikasi ini juga terbagi menjadi dua, yaitu:

Indikasi Ibu

~ Preeklampsia dan hipertensi (bila tekanan darah terkontrol dan kemampuan pengawasan cukup) dapat saja dilahirkan secara normal dengan bantuan vakum atau forcep. Namun terdapat risiko terjadinya eklampsia atau stroke. Bila bumil tetap ingin menjalani persalinan normal, meski mengalami hipertensi atau preeklampsia, sebaiknya pilihlah RS pendidikan dimana fasilitas dan pengawasan oleh dokter tersedia lengkap 24 jam.

~ Kehamilan dengan riwayat infertilitas (kesulitan hamil, hamil dengan cara bayi tabung, dan lainnya) biasanya usia pernikahan sudah lama dan atau usia ibu sudah tidak muda sehingga terdapat pertimbangan untuk melahirkan operasi sesar.

~ Kehamilan dengan riwayat operasi sesar 1 kali sebelumnya. Dapat dicoba untuk persalinan normal apabila memenuhi syarat persalinan pervaginam setelah seksio sesarea (vaginal birth after C-section).

~ Ketuban pecah dini, dapat dilahirkan normal bila belum terjadi infeksi, jumlah air ketuban masih cukup dan persalinan berjalan lancar. Bila tidak memungkinkan, operasi sesar lah pilihannya.

~ Lilitan tali pusat, apabila kepala janin dapat masuk rongga panggul dan tidak terjadi gangguan pada denyut jantung janin, dapat dicoba persalinan normal, namun bila pada perjalanan persalinan tidak terjadi penurunan kepala lebih lanjut dan/atau terjadi gangguan denyut jantung janin maka harus segera dilakukan operasi sesar. Oleh karena itu, banyak dokter atau pasien yang memutuskan untuk langsung merencanakan operasi sesar bila menemukan lilitan tali pusat di leher janin saat USG. (Baca: Bayi dari Persalinan Caesar Berisiko Gemuk saat Dewasa)

Indikasi Janin

~ Sungsang. Janin sungsang dapat saja dilahirkan secara normal dengan risiko outcome janin yang tidak selalu bagus. Biasanya dilakukan di tempat dimana fasilitas operasi tidak ada, atau di RS pendidikan. Namun dewasa ini sungsang direkomendasikan untuk selalu dilahirkan melalui operasi sesar untuk meyakinkan outcome janin yang baik. (Baca: Sugiri Syarief: Operasi Caesar Keputusan Dokter)

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini