nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penting Diperhatikan saat Anda Ingin Persalinan Sesar

Mom & Kiddie, Jurnalis · Minggu 17 Agustus 2014 15:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 08 17 483 1025741 cO7oW2EJKd.jpg Beberapa hal penting Anda perhatikan saat ingin melahirkan sesar (Foto: saving4five)

BEBERAPA keadaan 'memaksa' bumil untuk memilih persalinan secara sesar. Bila Anda juga demikian, maka penting untuk memerhatikan berbagai hal.

dr Rino Bonti Tri Hadma Shanti, SpOG, dari SamMarie Family Healthcare membeberkan beberapa indikasi yang mengharuskan bumil melakukan persalinan sesa. Berikut ini ulasannya:

Diabetes

Operasi sesar dilakukan pada bumil diabetes hanya bila janin terlalu besar (makrosomia) sehingga terjadi cephalopelvik disproportion. Risikonya jika melahirkan lewat vagina adalah kepala janin tidak dapat turun karena lebih besar dari panggul ibu atau apabila kepala janin dapat lahir, bahu janin yang besar tidak dapat lahir sehingga tulang bahu janin harus dipatahkan dahulu. (Baca: Diet Tepat & Sehat Ibu Hamil yang Diabetes)

Mata bumil minus (kelainan mata myopia)

Operasi sesar dilakukan hanya pada myopia tinggi yang disertai degenerasi retina (sudah terjadi kelemahan pada retina sehingga bila mengedan, retina dapat lepas dari dasar bola mata (ablasio retina). Pemeriksaan retina dilakukan oleh dokter spesialis mata.

Menderita ambeien/wasir berat

Mengedan dapat memperparah ambeien dan saat persalinan dapat terjadi robekan pada ambeien tersebut. Untuk ambeien ringan masih dapat melahirkan normal. (Baca: Makanan Terbaik Usai Persalinan Caesar)

Waktu persalinan mundur 1-2 pekan dari tanggal perkiraan persalinan

Biasanya bila persalinan lewat waktu (posterm) air ketuban sudah berkurang /hanya sedikit/sudah habis sehingga bila kondisi tidak memungkinkan untuk persalinan normal, sebaiknya dilakukan operasi sesar.

Bayi terlalu besar

Kondisi yang menunjukkan bayi memiliki berat badan 4 kg atau lebih menjelang persalinan. Bayi yang terlalu besar tentu menyulitkan proses melahirkan secara normal.

Operasi sesar yang belum terlalu lama

Dikatakan belum terlalu lama jika jarak persalinan sebelumnya kurang dari dua tahun. Untuk bumil yang menjalani operasi sesar sebelumnya disarankan untuk menjaga jarak minimal dua tahun untuk bisa menjalani persalinan normal.

Bayi kembar

Bumil dengan bayi kembar dua atau lebih, biasanya dokter akan menyarankan agar melakukan persalinan sesar. Namun bila kedua janin dengan presentasi kepala di bawah, masih dapat direncanakan persalinan normal. (Baca: Cepat Pulih Usai Persalinan Caesar? Selektiflah Pilih Makanan)

Perlu diketahui, perjalanan kehamilan dan persalinan adalah kondisi yang dinamis dan dapat berubah setiap saat. Dapat saja awalnya direncanakan untuk persalinan normal, namun pada perjalanannya ternyata timbul indikasi untuk sesar.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan selalu menilai kondisi ibu dan janin untuk menentukan apakah dapat lahir normal atau harus operasi sesar, dan kondisi-kondisi ini berbeda-beda pada setiap pasien atau kasus. Terkadang juga terdapat kasus yang tidak lazim dan memerlukan pertimbangan khusus.

Setiap keputusan dibuat untuk mendapatkan hasil yang terbaik bagi ibu dan janin. Selain indikasi di atas, mungkin masih ada lagi beberapa indikasi-indikasi untuk operasi sesar yang belum disebutkan disini. (Baca: Dua Indikasi Bumil Hadapi 'Harga Mati' untuk Sesar)

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini