Saat Istri Jadi Bapak Rumah Tangga

Evi Elfira, Jurnalis · Jum'at 22 Agustus 2014 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 21 196 1028009 2n6mvcxuMA.jpg Pria jadi bapak rumah tangga (Foto: Thinkinghousewife)

PERKEMBANGAN zaman turut membawa pergeseran sosial di masyarakat. Tidak sedikit wanita menjadi pencari nafkah sementara suami di rumah menjaga anak alias bapak rumah tangga.

Psikolog Lukman Sarosa Sriamin mengatakan bahwa fenomena tersebut terjadi karena perbedaan kesempatan antara suami maupun istri. Istri lebih beruntung karena memiliki kesempatan bekerja daripada suami. Meski begitu, suami tidak boleh larut dalam peran yang dilakoninya saat istri sibuk bekerja mencari nafkah.

“Kalau itu (menjadi bapak rumak tangga-red) statusnya sementara, ya no problem. Namun, kita menganut sistem paternalistik dimana pria memiliki kewajiban untuk menafkahi keluarganya,” kata psikolog Drs Lukman S. Sriamin, M.PSi., kepada Okezone melalui sambungan telefon, Kamis 21 Agustus 2014.

Lukman menambahkan, pria dan wanita memiliki peran masing-masing sebagai istri maupun suami. Peran tersebut tentu tidak bisa saling meniadakan.

“Pria tentunya tidak bisa bertahan melakukan peran seorang istri. Ia tidak bisa terus selamanya berdiam diri di rumah dan mengurus anak. Karena itu, pria harus mengambil peran dalam memimpin keluarga,” tutup Lukman.

(ftr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini