Share

Peserta The Extreme Journey Kerja Bakti di Biara India

Johan Sompotan, Okezone · Rabu 27 Agustus 2014 01:00 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 26 410 1030171 RjX4r2If2a.jpg Peserta The Extreme Journey Kerja Bakti di Biara India (Foto:Johan Sompotan)

SISI kebudayaan memang diperlihatkan oleh Caldera Sobek sebagai penyelenggara selama di Asia, salah satunya india.

Kebudayaan yang diperlihatkan tak selamanya berupa makanan maupun adat istiadat di negara tersebut.

Baca Juga: Ikut Acara Offline BuddyKu Fest, Cara Jadi Content Creator Handal Zaman Now!

Baca Juga: Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Solusi PowerEdge Gen 15 Server

Follow Berita Okezone di Google News

Salah satunya adalah bekerja bakti. Hal ini dilakukan oleh peserta The Extreme Journey selama di India. Mereka harus membantu serta bekerja di Monastery atau yang dikenal sebagai Biara, tempat khusus bagi mereka beragama Budha.

"Di India banyak sekali Monastery, tetapi para peserta diwajibkan untuk terlibat langsung bekerja bakti bersama berbagai relawan dunia dalam membangun keindahan Monastery," kata Iyel Kudijs, Direktur Umum Caldera Sobek kepada Okezone baru-baru ini.

Bekerja bakti peserta dilakukan dari pukul 04:30 hingga 18:00 waktu India. Beratnya pekerjaan harus dilakukan oleh peserta, mulai dari mengangkat batu, menjahit karpet, membentuk taman serta membersihkan Biara.

Okezone melihat begitu berat pekerjaan yang dihadapi peserta The Extreme Journey, adapun peserta yang bekerja bakti adalah tim regional Sulawesi (Wildan, Mutiara, Yung) dan tim regional NTT&NTB (Eko, Farah, Rikki).

Satu per satu peserta harus mengangkat batu dari bawah hingga ke lantai dua dengan menaiki tangga. Batu yang diangkatpun bukanlah berukuran kecil.

"Batu yang kita angkat cukup berat, dan batu ini digunakan untuk membentuk taman di Monastery,"jelas Rikki pada Okezone.

Hal serupa juga dialami oleh peserta lain, adapula yang harus melakukan penjahitan karpet.

"Karpet yang dijahit ukurannya besar sekali, sempat merasa kesulitan dalam menjahit tapi karena diajarkan perlahan jadi mudah,"jelas Mutiara.

Bekerja bakti peserta memang tak dilakukan hanya enam orang melainkan terdapat banyak relawan dunia yang ikut bekerja. Di antara relawan dunia, negara Prancislah yang paling banyak.

"Banyak pekerjaan yang diluar dugaan kita yang harus dilakukan tapi kita mengerjakannya dengan senang hati," tutupnya.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini