Share

Kerja Bakti di Monastery, Yung Raih Nilai Tertinggi

Johan Sompotan, Okezone · Rabu 27 Agustus 2014 02:00 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 26 410 1030172 cGgkqKfofJ.jpg Peserta The Extreme Journey Kerja Bakti di Biara India (Foto:Johan Sompotan)

Peserta The Extreme Journey diharuskan melakukan kerja bakti di Monastery, India. Disini peserta akan dinilai.

Bekerja bakti peserta dilakukan dari pukul 04.30 hingga 18.00 waktu India. Beratnya pekerjaan harus dilakukan oleh peserta, mulai dari mengangkat batu, menjahit karpet, membentuk taman serta membersihkan Biara.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Okezone melihat begitu berat pekerjaan yang dihadapi peserta The Extreme Journey, adapun peserta yang bekerja bakti adalah tim regional Sulawesi (Wildan, Mutiara, Yung) dan tim regional NTT&NTB (Eko, Farah, Rikki).

Satu per satu peserta harus mengangkat batu dari bawah hingga ke lantai dua dengan menaiki tangga. Batu yang diangkatpun bukanlah berukuran kecil.

Proses kerja bakti ini merupakan salah satu peraturan yang harus dilakukan oleh peserta dalam menyelesaikan tantangan The Extreme Journey. Mereka pun akan dinilai.

Ternyata dari keenam peserta, hanya Yung yang mendapatkan nilai tertinggi yakni 85 point.

"Saya bangga sekali bisa mendapatkan nilai tertinggi padahal yang saya lakukan sama seperti peserta lain, mungkin dewi fortuna ada pada saya,"kata Yung pada Okezone di Ladakh, India, baru - baru ini.

Yung mengaku sangat kaget ketika dirinya mendapatkan nilai tertinggi saat bekerja bakti di Biara.

Proses penilaian dilakukan dengan cara masing - masing peserta dipanggil satu per satu yang dimulai dari Wildan, Mutiara, Yung, Rikki, Farah dan terakhir Eko.

"Ketika nama saya dipanggil, tidak ada filling yang saya rasakan. Ternyata nilai saya tertinggi,"tambahnya.

Saat ditanya mengapa pemilik nama asli Joeng Liang ini mengaku memiliki firasat bila dirinya sempat menolong salah satu relawan dunia bernama Nely, asal Prancis.

"Perasaan saya, sempat menolong Nely membawa belanjaan untuk dinaikan keatas. Saat itu Nely habis belanja pot untuk menghias tanaman, bisa jadi itu yang membuat nilai saya tinggi,"tutupnya.

(jjs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini