nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Balik Glamornya Fashion Show

Restika Ayu Prasasty, Jurnalis · Kamis 04 September 2014 10:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 09 04 29 1034098 ld9ljB0qIO.jpg Anna lihat fashion show (Foto: Cosmopolitan)

DALAM dunia mode, fashion show akbar yang selalu diadakan dua kali dalam setahun adalah puncak dari segala keglamoran.

Setiap model ingin berlenggak-lenggok di atas runaway, para desainer berusaha sekuat tenaga memeras ide untuk menciptakan busana yang spektakuler, kritikus, dan pemerhati mode bersiap dengan mata, mulut, dan tangan mereka untuk menangkap setiap kekuatan dan kelemahan busana. Namun di balik kemewahan dan keindahannya, ada beberapa hal mengejutkan yang menyertai rangkaian fashion show, seperti dilansir Cosmopolitan.

Desainer membayar selebriti untuk menghadiri acara mereka

 

Selebriti berarti liputan pers. Liputan pers sulit untuk didapatkan ketika puluhan fashion show terjadi setiap hari selama pekan mode berlangsung. Semakin terkenal selebriti tersebut, semakin mahal bayaran mereka dan semakin besar dan banyak pula liputan dari pers.

Model bekerja secara gratis

 

Model biasanya memulai karier dengan menjadi peraga busana desainer yang kurang bergengsi atau terkenal. Mereka bahkan sering tidak dibayar. Mereka diberi pakaian dari desainer yang harganya senilai dengan jumlah yang telah ditentukan. Jika mereka tidak menyukai pakaian desainer tersebut, tidak banyak yang bisa mereka lakukan.

 

Editor meminjam pakaian dan aksesori untuk dipakai di fashion show

 

Kebanyakan editor tidak menghasilkan banyak uang - kecuali jika mereka berasal dari keluarga kaya - mereka harus bergantung pada pinjaman dan hadiah dari desainer. Pakaian dan aksesori yang dipinjamkan diharapkan mampu menarik fotografer street style untuk mengambil gambar mereka.

Yang penting "nampang" di fashion show, bukan melihat busana

 

Faktanya adalah Anda mungkin dapat melihat pakaian yang lebih baik secara online dan setelah pertunjukan, ada preview dari editor yang masuk ke ruang pamer desainer dan melihat semua bagian dari koleksi busana secara dekat. Pada titik ini, menghadiri acara lebih tentang "nampang" di depan kamera, membuat jaringan dengan orang-orang industri lainnya, dan memiliki sesuatu untuk di-posting di akun jejaring sosial.

Posisi duduk menentukan segalanya

 

Prestise dan status memancar dari barisan depan hingga belakang tempat duduk dan ujung kanan hingga kiri runaway. Di New York Fashion Week, barisan depan kursi di sisi kiri, di ujung runaway (biasanya disebut sebagai A-1-1) selalu disediakan khusus untuk editor-in-chief Vogue Amerika Serikat, Anna Wintour. Editor-in-chief dan direktur mode biasanya menempati barisan depan, bersama dengan selebriti, sosialita, dan pembeli penting dari toko-toko seperti Barneys dan Neiman Marcus. Editor lain, pembeli, blogger, dan lain-lain menempati baris yang tersisa, dan semua orang sangat menyadari di mana mereka duduk terkait dengan orang lain.

Jika editor diberi tempat duduk yang mereka anggap tidak layak dengan status mereka, mereka sering meminta tempat duduk baru. Jika mereka tidak mendapatkan kursi yang mereka inginkan, mereka bisa dengan mudah tersinggung dan tidak menghadiri peragaan busana tersebut. Mereka memilih untuk tidak terlihat sama sekali daripada terlihat duduk di kursi yang tidak diinginkan.

Tidak ada yang bagus dari gift bag

 

Tamu yang duduk di barisan pertama dan kedua sering diberi gift bag, tapi isi tas tersebut biasanya cukup membosankan - hanya beberapa produk kecil dari perusahaan sponsor. Perusahaan sponsor sering membayar uang tambahan pada desainer agar produk mereka dimasukkan dalam gift bag. Kadang-kadang akan ada kupon untuk laser hair removal atau facial, tetapi orang-orang jarang menggunakannya. Sebagian gift bag diberikan kepada asisten atau karyawan magang atau ditinggal begitu saja.

Topik paling populer dari percakapan di pekan mode biasanya pendapat orang selama fashion week berlangsung

 

Kerja setiap hari untuk memproduksi majalah atau situs web tidak berhenti hanya karena Anda memiliki 10 acara mode yang perlu didatangi dalam satu hari pada pekan itu.

Pakaian yang Anda lihat di runaway mungkin tidak sama seperti yang Anda lihat di toko-toko.

 

Tidak peduli berapa banyak editor fashion menyukai apa yang mereka lihat. Jika toko tidak membelinya, busana tersebut tidak bisa dibuat dan tidak pernah tersedia. Toko juga sering meminta agar desainer mengubah koleksi busana mereka agar lebih laku seperti menambah lapisan, mengubah warna, menggunakan zipper bukan kancing, dll.

Ada minuman gratis di mana-mana

 

Di pesta, di presentasi desainer, dan di lounge tersponsori khusus yang ditujukan untuk para editor mode yang lelah agar bersantai di antara banyaknya acara yang harus mereka datangi. Jika tidak hati-hati, Anda bisa mabuk sebelum menyadarinya. Biasanya, ada makanan gratis di tempat-tempat ini juga, tapi orang-orang jarang memakannya.

Acara peragaan busana selalu mulai terlambat

Fashion show selalu dimulai setidaknya 15 menit terlambat dan biasanya lebih mendekati 30 menit. Kadang-kadang itu karena desainer menunggu editor atau pembeli yang sangat penting tiba. Kadang-kadang itu karena model masih berpakaian atau pakaiannya masih sedang dijahit (kebanyakan desainer membuat revisi sampai saat-saat terakhir). Marc Jacobs dan Oscar de la Renta adalah pengecualian. Tapi peragaan busana mereka sangat penting dan bodoh jika ada orang yang terlambat dan melewatkannya.

(tty)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini