Donor Darah Tidak Batalkan Puasa

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Rabu 17 September 2014 22:09 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 17 482 1040637 yMNTuFWNNj.jpg Donor Darah Tidak Batalkan Puasa (Foto: Dok. Okezone)

KEBUTUHAN stok darah setiap tahun di Jakarta hampir selalu mencukupi, kecuali pada bulan puasa. Bahkan, penurunan stok darah di Jakarta pada bulan puasa bisa mencapai 70 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr Salimar Salim selaku Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta. "Stok darah bisa berkurang sampai 70 persen saat bulan puasa, karena tidak banyak orang yang donor kalau bulan puasa, tetapi di luar hari itu stok darah aman," ujarnya kepada Okezone di Kantor PMI DKI Jakarta, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (17/9/2014).

Padahal, menurut Dr Salimar mendonorkan darah saat berpuasa diperbolehkan. Namun, Dr Salimar mengakui bahwa hambatannya adalah banyaknya anggapan donor darah membatalkan puasa.

"Padahal, sebenarnya sudah ada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan bahwa donor darah tidak membatalkan puasa, bahkan pahalanya lebih tinggi dibandingkan hari-hari lain," tuturnya.

"Kemudian takut pingsan karena sedang berpuasa, makanya kita sudah antisipasi dan sosialisasikan kepada masyarakat bahwa kalau bulan puasa bisa donor di malam hari, misalnya setelah solat tarawih atau setelah sahur, kita buka 24 jam," tambahnya.

Namun, menurut Dr Salimar bagaimanapun itu tugas PMI untuk mencukupi kebutuhan darah di rumah sakit pada saat bulan puasa, sehingga masyarakat terlayani dengan baik. Karena itu, Dr Salimar mengatakan bahwa PMI Jakarta selalu mempersiapkan diri dalam memenuhi kebutuhan stok darah saat bulan puasa.

"Jadi kita membentuk tim, misalnya ke gereja dan wihara untuk mengambil darah  bekerjasama dengan TNI dan Satpol PP. Kemudian, kita berikan informasi kepada rumah bahwa mereka harus menyediakan donor dari keluarga," tutupnya.  

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini