nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gejala Infeksi Rabies pada Manusia

Erika Kurnia, Jurnalis · Minggu 28 September 2014 16:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 09 28 482 1045463 yTEh4YFwFg.jpg Gejala awal terkena rabies (Foto: Naturalhomeremedies)

RABIES adalah penyakit dari lyssavirus yang dapat menular melalui air liur hewan ke manusia dan menyerang susunan syaraf pusat. Virus rabies yang telah menginfeksi tubuh manusia dapat menyebabkan gangguan kesehatan ringan, hingga kegilaan dan kelumpuhan.

Tidak ada tes untuk mendiagnosis infeksi rabies pada manusia sebelum timbulnya gejala klinis. Menurut  Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP (K), MARS, DTM&H, DTCE, gejala klinis tersebut dapat dilihat dari tanda spesifik rabies, seperti fobia air (hydrophobia) atau fobia udara (aerophobia).

“Rabies pada manusia dapat dikonfirmasi intTra-vitam dan post mortem (saat hidup atau mati) dengan berbagai teknik diagnostik yang bertujuan mendeteksi seluruh virus, antigen virus, atau asam nukleat dalam jaringan yang terinfeksi, seperti otak, kulit, urin, atau air liur,” tutur Prof. Tjandra dalam keterangannya melalui surat elektronik kepada Okezone, belum lama ini.

Pada stadium permulaan, korban terinfeksi dapat merasakan keletihan, nafsu makan berkurang, kesulitan tidur, demam, mual dan muntah, sakit kepala berat, dan nyeri di tenggorokan. Penderita juga dapat menderita gangguan sensoris, seperti nyeri dan rasa panas disertai kesemutan pada luka gigitan. (Baca: Anak-anak rentan penyakit rabies)

Jika kondisi awal tetap dibiarkan, korban dapat memasuki stadium gila atau eksitasi. Penderita dapat mulai berteriak-teriak, menjambak rambut, berlari-lari dan melompat-lompat tanpa control, takut air, cahaya, dan suara. Selain itu, penderita juga akan memproduksi air liur dan air mata secara berlebihan.

Saat infeksi telah mencapai stadium akut, penderita akan mulai mengalami kelumpuhan. Kelumpuhan terjadi di seluruh bagian tubuh, seperti pada anggota gerak, otot-otot pernapasan. Jika korban tidak mendapat pertolongan yang cukup hingga stadium akut, penderita dapat meninggal dalam 4-6 hari setelah gejala pertama muncul.

“Pengobatan segera setelah terpapar rabies efektif mencegah timbulnya gejala dan kematian akibat rabies. Luka gigitan dapat dicuci secepatnya dengan sabun atau deterjen pada air mengalir minimal 15 menit, lalu beri antiseptik seperti obat merah dan sejenisnya, atau pergi ke tempat pelayanan kesehatan mengobati luka dan mendapatkan vaksin anti-rabies dapat membantu,” jelas Prof. Tjandra.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini