Tanda-Tanda Hewan Terinfeksi Rabies

Erika Kurnia, Jurnalis · Minggu 28 September 2014 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 28 482 1045477 FTqGWtb6Gm.jpg Vaksin penting untuk mencegah rabies (Foto: Telegraph)

RABIES atau yang biasa disebut penyakit anjing gila adalah zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Rabies yang disebabkan virus ini dapat menyerang semua hewan berdarah panas dan memberikan efek yang beragam pada hewan yang terinfeksi.

Rabies ditularkan melalui gigitan, cakaran, atau jilatan hewan penular rabies yang menderita rabies, di mana virus rabies terdapat pada air liur hewan tersebut. Penularan juga dapat terjadi ketika bahan yang dapat menginfeksi mengalami kontak langsung dengan mukosa individu makhluk lain melalui luka.

Anjing adalah sumber penularan dari sebagian besar kematian rabies pada manusia, yang menularkan hampir 98 persen infeksi kepada manusia. Selain anjing, rabies juga dapat ditularkan oleh kucing, kera, dan kelelawar. (Baca: Setiap tahun, 55.000 orang meninggal karena rabies)

Infeksi rabies pada hewan dapat menyebabkan perubahan fisik dan perilaku. Secara umum, ada dua bentuk gejala yang dapat diwaspadai manusia, kata Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP (K), MARS, DTM&H, DTCE, kepada Okezone melalui pesan elektronik, belum lama ini.

Pada korban rabies yang tenang, hewan akan cenderung senang bersembunyi di tempat yang gelap dan sejuk, hewan menjadi sulit menelan, mulut terbuka sementara air liur berlebihan. Selain itu, hewan juga akan mengalami kejang, sampai kelumpuhan yang berlangsung singkat bahkan sering tak terlihat. (Baca: Anak-anak rentan penyakit rabies)

Infeksi rabies juga dapat membuat perilaku rabies menjadi ganas. Suara hewan menjadi parau, tidak menurut perintah majikannya lagi, tiba-tiba menyerang dan menggigit apa saja yang bergerak atau dijumpai, lari tanpa tujuan, lupa pulang, berkelahi dengan hewan lain dan tak mau kalah.

Hewan biasanya mati pada hari keempat sampai ketujuh setelah gejala pertama muncul. Namun, sebelum hewan penular rabies meninggal, hewan dapat ditangkap dan diserahkan kepada petugas peternakan di Dinas Peternakan setempat untuk diobservasi selama 14 hari. Jika hewan mati sebelum 14 hari dan atau pemeriksaannya menunjukkan hasil positif maka penderita luka gigitan harus diberikan vaksin anti-rabies secara lengkap.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini