Wamenkes: Jangan Bersalin di Klinik atau Dukun

Prabowo, Jurnalis · Selasa 30 September 2014 11:34 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 30 483 1046229 FSIRKwH7ck.jpg Wamenkes: jangan bersalin di klinik atau dukun (Foto: Prabowo/Okezone)
WAKIL Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti menyampaikan jumlah kematian ibu dan anak saat melahirkan masih cukup tinggi di Indonesia. Terlebih, kematian pada ibu melahirkan itu terjadi pada perempuan usia di bawah 19 tahun.

"Ada tiga hal kenapa jumlah kematian ibu melahirkan cukup tinggi," kata Ali Gufron Mukti pada wartawan dalam acara “Symposium Nasional World Sexual Health Day, Kesejahteraan Seksual bagi Rakyat Indonesia, Spesifik Isu tentang PP No.61/2014” di Balai Kunthi Mandala Bakti Wanitatama Yogyakarta, Senin, 29 September 2014.

Acara yang digelar oleh LSM  Jaringan Perempuan Yogyakarta (JPY) itu dihadiri sejumlah kalangan, baik dari akademisi, perwakilan pemerintah daerah, maupun para aktivis perempuan di Yogyakarta.

Pertama, kata dia, faktor pembuat keputusan bagi ibu yang ingin bersalin saat melahirkan. Kedua, keterlambatan di dalam transportasi, dan ketiga keterlambatan di dalam RS itu sendiri dalam penangananya, termasuk kesediaan darah, dan lain sebagainya.

"Kalau di Singapura, pemerintah sana sudah melarang bagi ibu melahirkan di klinik, sementara kita belum," katanya.

Ali berharap supaya ibu bersalin atau yang ingin melahirkan di Rumah Sakit, bukan di tempat klinik. Sebab, baik penanganan dan peralatan medis jauh lebih baik di Rumah Sakit.

"Kalau melahirkan jangan di rumah atau tempat dukun atau klinik-klinik, lebih baik di Rumah Sakit, karena rumah sakit merupakan tempatnya (bersalin)," katanya.

Ali menyebut tidak ada data pasti jumlah kematian ibu bersalin karena data-data itu diperoleh dari berbagai sumber yang berbeda. Terlebih, terdapat jumlah berbedaan yang cukup signifikan jika data-data itu disandingkan.

"Sumber data kita ada 359/100.000 angka kematian di Indonesia per tahun, jumlah yang cukup tinggi. Memang sumber data kadang berlainan, tapi intinya jumlah kematian ibu melahirkan cukup tinggi," katanya.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini