nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dokter Kecil Bantu Perbaiki Gizi Anak Indonesia

Erika Kurnia, Jurnalis · Rabu 01 Oktober 2014 16:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 10 01 482 1046924 mbLHmWVH64.jpg Dokter kecil bantu perbaiki gizi anak Indonesia (Foto: Erika/Okezone)

SOSIALISASI dan edukasi mengenai gizi dan kesehatan anak bukan hanya peran orang tua atau guru, tetapi juga anak-anak. Peran anak sebagai agen perbaikan gizi yang disalurkan melalui program dokter kecil yang diterapkan di sekolah-sekolah dasar, diharapkan dapat lebih efektif.

PT Nestle DANCOW Enriched bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) dan Kementerian Pendidikan Nasional RI menyelenggarakan sebuah kompetisi dokter kecil sebagai bagian dari program nasional Caravan Gizi DANCOW yang telah berjalan selama 7 tahun.

Sementara itu, rangkaian kegiatan kompetisi "Sehat dimulai dari Sekolahmu" 2014  yang sudah dilakukan sejak April hingga Juli lalu. Kegiatan ini diikuti oleh 400 siswa dan 100 guru pembina dari 100 sekolah dasar, di sepuluh sekolah di Indonesia.

"Tujuan kompetisi ini adalah untuk mendorong para siswa menjadi agen perubahan di sekolah mereka khususnya di bidang nutrisi, kesehatan dan kebersihan diri," ujar Windy Cahyaning Wulan, Direktur Dairy Business Unit PT Nestle Indonesia dalam acara pengumuman pemenang kompetisi Dokter Kecil Mahir Gizi tingkat regional Jakarta dan Bodetabek diumumkan, di Balai Kota, Jakarta, Rabu (1/10/2014).

Kriteria pemenang Dokter Kecil Mahir Gizi meliputi penyuluhan tentang gizi seimbang, sepuluh tanda anak bergizi baik, kaderisasi dokter kecil, penyuluhan kartu sehat, senam rutin, penyuluhan kesehatan dan lingkungan, dan alat peraga untuk penyuluhan. Program ini dibantu oleh kerja sama siswa dengan pembinaan orang tua dan guru.

Perlu diketahui, jika dibandingkan dengan tahun 2010, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan peningkatan jumlah anak Indonesia bergizi buruk atau kurang mencapai 19,6 persen dari sebelumnya yang hanya 17,9 persen, padahal target Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015 gizi buruk harus ditekan sampai 15,5 persen.

"Peningkatan pengetahuan gizi yang dilakukan oleh Dokter Kecil Mahir Gizi terbukti efektif dan berhasil membangun kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang gizi seimbang. Kami harap para agen perubahan ini dapat berperan serta dalam mewujudkan target Indonesia Sehat di masa yang akan datang," kata Sekretaris Jenderal PDGMI Dr. Yustina Ani, yang turut hadir dalam acara tersebut.

(fik)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini